Dewan Trenggalek Pastikan SK Bupati Moch Nur Arifin Sudah Turun

Agus Cahyono , Wakil Ketua DPRD Kab.Trenggalek

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: DPRD Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, sudah meyakini jika Surat Keputusan (SK) Moch Nur Arifin, Plt Bupati  untuk dilantik sebagai Bupati telah turun.

Namun , sampai kini SK tersebut ibarat angin yang berhembuas tanpa meninggalkan jejak dikarenakan bukti materiilnya masih di tangan Gubernur Jatim.

Agus Cahyono, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek mengatakan informasi yang didapeat di lingkup DPRD telah muncul dan bukan hanya sebatas issu.

“SK itu sudah ada tetapi bukti materiilnya ataupun salinannya kita masih belum diberi,”ungkapnya, Rabu, (15/5).

Menurutnya, khabar turunnya SK itu sudat Ia dapat sejak hari Minggu yang lalu, tepatnya Minggu sore,(12/5) dari beberapa anggota yang lain.

“Khabar pertama saya dapat dari tyeman anggota,”tuturnya.

Dijelaskannya, sempat terjadi kesimpangsiuran informasi mengenai munculnya SK penugasan  Moch Nur Arifin yang  hanya sebagai pelaksana tugas saja tetapi tidak memperoleh SK pelantikannya sebagai Bupati Trenggalek pasca dilantiknya Emil Elestianto Dardak sebagai Wakil Gubernur Jatim periode 2019-2024.

“Ini sempat terjadi kebingungan, karena SK Moch Nur Arifin hanya sebagai Plt Bupati,”tandasnya.

Kini semua pihak, masih keterangan politisi asal PKS ini, akan merasa lega, pasalnya semua urusan yang berkaitan dengan kedinasan tidak terhambat karena belum ada bupatinya.

“Alhamdulillah kita segera ada bupati sehingga secara aturan kita menjalankan pemerintahan tidak ada kendala termasuk administrasi di DPRD ,”terangnya.

Semua pihak itu , kata dia, pemerintah dan masyarakat yang jelas merasa dirugikan jikalau SK itu tidak segera turun

“Masak SK Kades saja ditandangani Kabag Hukum,”selorohnya.

Hal ini akan menimbulkan multi tafsir yang berkepanjangan dan akan menyebabakan celah pelanggaran hukum ataupun tidak ada keberanian pemangku kebijakan dari mulai tingkat Desa sampai dinas daolam mengambil keputusan penting.

“Yang lebih berat mereka takut mengambil kebijakan karebna SK nya bukan bupati,”tegasnya.

Ditambahkan dia, m,emasuki masa transisi di DPRD Kabupaten Trenggalek, sebentar lagi akan ada perubahan alat kelengkapan DPRD setelah memutuskan Tata Tertib.

“Jika pada tahun 2020 juga belum ada Bupati definitif akan menjadi masalah. Karena pada waktu dekat akan ada agenda dalam pembahasan alat kelengkapan DPRD,”pungkasnya.

Abu Mansur, Sekretaris DPRD Kabupaten Trenggalek, membenarkan jika SK Bupati Moch Nur Arifin telah turun, Tetapi mantan Kadis Pendidikan ini belum bisa menginformasikan dalam waktu dekat kepada publik.

“Masih informasi kita masih koordinasikan terlebih dahulu,”pungkasnya(ham)