Dewan Trenggalek Minta Pelajar Tidak Rayakan Kelulusan dengan Aksi Coret

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Mencoret coret seragam sekolah serta konvoi dan ugal-ugalan  di jalanan sering ditemui saat kelulusan pelajar SMA. Hal itu tidak hanya membuat kekhawatiran orang tua dan guru saja, namun membuat resah pengguna jalan.

Untuk itu, pada saat pengumuman hasil UN SMA Sederajat yang dilakukan bersamaan pada Bulan Mei 2019 yang bertepatan dengan Ramadan 1440 Hijriyah atau tahun 2019 Masehi ini, Anggota DPRD Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Subadianto, meminta agar aksi coret-coretan seraga serta komvoi dan ugal-ugalan di jalan raya tidak dilakukan lagi. Akan lebih baik apabila merayakan kelulusan dengan kegiatan positif.

“Ada beberapa cara positif untuk merayakan kelulusan daripada corat-coret baju tidak jelas atau konvoi motor. Antara lain seperti melakukan bhakti sosial lingkungan membersihkan sampah dan donor darah. Itu kegiatan yang mulia dan membanggakan, karena bisa membantu orang lain, atau mungkin bagi takjil pumpung di Bulan Ramadan ini, ” ujar Subadianto,Jumat,(17/5).

Pria yang akrab disapa Kang Badi ini menambahkan, akan sangat disayangkan apabila seragam sekolah yang masih bagus dicoret-coret, padahal masih bisa dimanfaatkan, dengan menyumbangkannya kepada adik kelasnya atau yang membutuhkannya.

“Baju-baju itu bisa diberikan kepada anak-anak yang tidak mampu yang sekarang banyak menjadi penghuni di beberapa panti asuhan,”tuturnya.

Karena itu, Kang Badi meminta pihak sekolah memberikan imbauan langsung kepada siswa dan melakukan pengawasan terhadap siswanya agar tidak merayakan kelulusan dengan kegiatan yang berlebihan seperti coret seragam dan konvoi.

“Kita imbau agar para siswa tidak merayakan kelulusan secara berlebihan. Tidak lakukan coret-coret maupun konvoi, lebih bermanfaat melakukan tindakan aksi bhakti sosial ke masyarakat atau lingkungan sekolah. Ini lebih baik daripada hura-hura,” pesan pria yang juga Ketua DPD PKS Kabupaten Trenggalek ini.(ham)