Penggunaan Mobil Dinas Untuk Kepentingan Pribadi Jadi Sorotan

ilustrasi
ilustrasi

PACITAN, KANALINDONESIA.COM: Proses seleksi calon anggota KPU Pacitan mendekati tahap akhir. Dari 40 pendaftar kini menyisakan 23 nama. Selain siapa nama-nama yang lolos seleksi Zona IV Jawa Timur khususnya Kabupaten Pacitan, proses tahapan seleksi tak luput dari perhatian masyarakat.

Ketua Generasi Bela Masyarakat Indonesia (GBMI), Badrul Amali menyoroti dugaan penggunaan fasilitas negara oleh salah satu peserta seleksi berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurutnya, hal itu mencederai proses seleksi yang telah berlangsung.

Sebab,di saat sejumlah kandidat bersaing menunjukkan integritas, justru ada oknum ASN yang memanfaatkan fasilitas kedinasan yang masih melekat untuk digunakan dalam kegiatan pribadi.

“Saya kira tidak elok jika ASN menggunakan fasilitas daerah bukan untuk kepentingan tugas dan fungsinya sebagai abdi negara. Terlebih seleksi KPU ini kan untuk kepentingan pribadi yang tidak berkaitan langsung dengan urusan pemerintah,” tutur Badrul Amali, S.H,M.H pada wartawan (19/5).

Pengurus Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Bidang Pembelaan Profesi Madiun itupun meminta pemangku kebijakan bersikap. Sikap oknum ASN itu bisa menimbulkan persepsi buruk di tengah masyarakat.

“Kami berharap ada teguran nyata dari Bapak Bupati karena perilaku oknum PNS itu tidak laik untuk ditiru. Harapannya agar kejadian serupa tidak terulang dikemudian hari,” tandasnya.

Dugaan pemanfaatan kendaraan dinas Pemkab Pacitan tersebut, bukanlah kabar burung semata. Beberapa saksi menyebutkan bahwa mobil dinas dengan pelat merah dua digit tersebut, berjenis Toyota Innova warna hitam. Kendaraan tersebut ditemukan terparkir di halaman kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional 2 Surabaya, saat berlangsungnya tes komputer (CAT) bagi calon komisioner KPU.

“Saat pulang, saya tahu beliau (pejabat pemilik mobil, Red) duduk di samping sopir. Dan ada beberapa calon peserta tes lainnya yang ada di dalam mobil tersebut,” terang salah seorang saksi yang juga peserta tes.

Saksi yang mewanti-wanti untuk tidak ditulis namanya itu menegaskan, bahwa kendaraan pelat merah itu adalah milik pemerintah kabupaten (Pemkab) Pacitan. Sebab, kode nomor polisi tersebut tertulis AE ** XP. “Setahu saya bahkan ada yang memfoto. Yang memfoto juga peserta tes lainnya. Tetapi sepertinya sudah ada komunikasi di antara si pemfoto dan pemilik mobil,” curiganya.

Sementara itu saat dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan, Suko Wiyono, mengaku belum menerima informasi itu.

“Belum ada informasi masuk. Nanti saya chek,” jelas Suko ketika di konfirmasi melalui pesan singkat.(KI-13)