Ratusan Pelanggan Pasang Baru PLN di Trenggalek Terhambat Stok Material

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Sebanyak 220 pelanggan baru di wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, harus sabar menunggu pemasangan jaringan baru PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)Persero melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) setempat.

Hal ini diakibatkan lambatnya distribusi stok material PLN akibat kekosongan dari Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ponorogo yang sudah terjadi sejak, Jumat,(10/5) yang lalu.

Ferry Aditya Putra, Manajer ULP Trenggalek membenarkan terjadinya keterlambatan stok material terutama spedo meter dari Kantor UP3 Ponorogo sebagai induk ULP Trenggalek.

“Sudah sejak sepuluh hari yang lalu material PLN di sini kosong,”ucapnya, Senin,(20/5) di Trenggalek.

Kekosongan material berupa spedo meter tersebut, mengakibatkan para pelanggan pasang baru harus menjadi daftar tunggu untuk segera menikmati penerangan di rumah yang dimohonkan.

“Ada kurang lebih 220 pelanggan baru yang sudah memohon untuk bisa dipasang namun kini harus bersabar,”imbuhnya.

Namun, manajer muda ini tidak menjelaskan secara rinci penyebab kelangkaan material dari jenis satu fase yang biasa dipergunakan untuk kebutuhan pelanggan golongan rumah tangga (RT) ini.

“Kalau yang untuk industri menggunakan 3 fase atau lebih,”jelasnya.

Fase tiga, Ferry menegaskan tidak ada kelangkaan stok dan masih tersedia dalam jumlah yang masih cukup.

“Ketersediaan fase 3 masih cukup untuk memenuhi kebutuhan industri di Trenggalek,”tandasnya.

Ferry memastikan kelangkaan materai akan segera berakhir, karena diperkirakan akan bisa terpenuhi stoknya pada, Selasa,(21/5) (hari ini – red) dengan jumlah berkisar 500 buah meter.

“Insya Alloh dengan pengawalan dari kita di UP3, besok sudah bisa didatangkan 500 an meter fase 1 di gudang kita,”tuturnya.

Ferry berharap para pelanggan bisa memaklumi kondisi yang terjadi dan bersabar agar bisa terseleseikan dari permasalahan  ini.

“Mudah-mudahan bisa segera teratasi,”pungkasnya.(ham)