Polres Madiun: Kembalikan Rombongan 22 Mei,Bawa Form C1

Ibnu Mas'ud ketua rombongan berusaha meminta rombongan meneruskan perjalanan ke Jakarta dihadapan Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono. Namun, permintaan itu ditolak awak bus, juga disampaikan kepada Kapolres Madiun. (Foto: Agoes Basoeki
Ibnu Mas’ud ketua rombongan berusaha meminta rombongan meneruskan perjalanan ke Jakarta dihadapan Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono. Namun, permintaan itu ditolak awak bus, juga disampaikan kepada Kapolres Madiun. (Foto: Agoes Basoeki

MADIUN, KANALINDONESIA.COM: Polres Madiun menggelar sweeping kendaraan di rest area km 626 Saradan Tol Ngawi-Kertosono, mendapatkan 2 bus pariwisata berisikan 87 orang hendak ke Jakarta, Selasa (21/5) sekitar pukul 01.30 WIB.

Rombongan langsung dihentikan jajaran Polres Madiun dan Kodim 0803 Madiun, selanjutnya dilakukan pemeriksaan.

“Dalam pemeriksaan mereka berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Madura, Situbondo, Surabaya dan lainnya. Ketua Rombongan (Ibnu Mas’ud) menyatakan mereka hendak ke Jakarta untuk menghadiri buka dan sahur bersama atas undangan seseorang tidak disampaikan identitasnya,” jelas Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono, Selasa (21/5) siang.

Selanjutnya, mereka dibawa ke Mapolres Madiun guna pemeriksaan lebih lanjut, ketua rombongan dan lainnya tujuan ke Jakarta berubah-ubah dari undangan pihak lain. Alasan lain ada undangan buka dan sahur bersama di Jakarta dengan alasan lokasi tidak tahu. “Mereka berkumpul dekat suatu pondok di Sukolilo, Surabaya,” ujarnya lagi.

Menurutnya saat dilakukan pemeriksaan ditemukan copi form C1 dibawa berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Tulungagung, Blitar, Madiun dan lainnya. Tidak ditemukan senjata tajam atau benda berbahaya lain, berikutnya mereka ditempatkan di Aula untuk pendataan.

“Saat dimintai keterangan, mereka hanya tahu ada titipan kardus sudah dibungkus dan diplester dengan lakban untuk disampaikan seseorang setiba di Jakarta,” ujar Kapolres Madiun asal Kabupaten Ngawi ini.

Proses pemulangan rombongan 22 Mei ini sempat alot.

.NIbnu Mas’ud meminta untuk melanjutkan perjalanan ke Jakarta, namun saran Kapolres Madiun untuk kembali ke Surabaya sempat ditolak.

“Kami sudah ditunggu rekan-rekan di Jakarta, kami berangkat ke Jakarta selama 2 hari iniberkat adanya donatur,” ujarnya.

AKBP Ruruh Wicaksono meminta agar awak bus ditanya sendiri oleh Ibnu Mas’ud. “Silahkan, tanya sendiri kepada sopir atau awak bus seluruhnya,” tandasnya.

Begitu Ibnu Mas’ud menanyakan kepada sopir dan awak bus memilik menolak ke Jakarta, karena dampak negatif dirasakan tinggi.

“Kami melihat berita di televisi hingga internet soal suasana di Jakarta pada 22 Mei, kami memilih kembali ke Surabaya. Sebab, risiko harus kami tergolong tinggi,” ujar sopir Didik diamini kru lainnya.

Melihat itu, Ibnu Mas’ud hanya bisa pasrah dan menyampaikan kepada pengikutnya.

Selanjutnya, massa pun setelah melakukan orasi dan doa, memasuki 2 unit bus yang ada. Tiap bus dikawal anggota Polres Madiun, lalu depan hus ada 2 unit Mobil Patwal. Sedangkan, satu unit lagi Patwal berada dirombongan belakang, seluruh rombongan diberangkatkan pukul 13.30. (bas)