Aniaya Istri, Pria di Trenggalek Masuk Bui

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: SR(35), warga RT 1 RW 4 Dusun Jumok Desa Tumpuk Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur harus menanggug perbuatannya di hadapan hukum.

Pasalnya, pria yang kesehariannya berprofesi sebagai tukang las ini, diduga telah melakukan penganiayaan terhadap istrinya sendiri.

Akibat perbuatannya ini, pelaku kini harus menjalani pemeriksaan intensif di hadapan penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Sat Reskrim Polres Trenggalek.

Sementara, Indrawati , (35) yang merupakan istri sah pelaku kini mengalami trauma berat dan harus mendapatkan perawatan medis.

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo menjelaskan, kondisi rumah tangga kedua suami istri itu memang sudah tidak harmonis walau telah melangsungkan pernikahannya sejak April 2017.

“Pernikahan suami istri ini tidak harmonis dan menikahnya sejak tahun 2017 lalu,”ungkapnya, Selasa,(21/5) di Trenggalek.

Apalagi, masih dilanjutkan Didit, kepergian istrinya, Indrawati untuk berkerja sebagai asisten rumah tangga di Negara Hongkong, membuat kerenggangan pasangan sejoli ini dalam biduk rumah tangganya.

“Sejak awal menikah istri pelaku meninggalkan Indonesia untuk bekerja sebagai TKW di Hongkong,”lanjutnya.

Saat retak rumah tangga itulah, menurut Kapolres Didit, istri pelaku pulang dari Hongkong ke rumah pelaku di Kecamatan Tugu dan akhirnya terjadilah pertengkaran.

“Mereka bertengkar saat istrinya pulang ke Indonesia,”tuturnya.

Pertengkaran itu memuncak ketika sang suami meminta istrinya menandatangani sebuah perjanjian yang berisikan saudari Indrawati tidak akan meminta uangnya kembali yang telah diberikan kepada suaminya, Sugeng Riyadi, sewaktu keduanya masih berpacaran.

“Puncaknya, korban diminta tandatangan perjanjian oleh pelaku agar tidak meminta kembali sejumlah uang yang telah diberikannya saat berpacaran,”tandasnya.

Kejadian tersebut, dikatakan Didit, pada pukul 06.30 WIB,Jumat,(3/5), dimana pelaku langsung memukuli korban dengan tangan kosong bahkan sampai mencekik leher korban.

“Korban mendapatkan beberapa kali tendangan, pukulan dan cekikan,”katanya.

Tidak tahan menahan sakit, lalu korban lari dari rumahnya menuju Mapolres Trenggalek dan resmi melaporkan kejadian yang dialaminya.

“Korban saat itu juga lari menuju Polres dan melaporkan suaminya yang melakukan tindak pidana penganiayaan,”tegasnya.

Polisi langsung bergerak cepat. Pasca memeriksa pelapor dan melakukan visum et repertum di RSUD dr Sudomo Trenggalek, pihak UUPA Sat Reskrim Polres langsung mengamankan pelaku yang sedang berada di rumahnya sendiri.

“Pelaku dengan mudah kita amankan berdasarkan keterangan korban berikut bukti visumnya,”ungkapnya.

Ditambahkaan Didit, atas perbuatanya tersebut pelaku dijerat dengan pasal KUHP tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga, (KDRT) dengan ancaman pidana 7 tahun penjara.

“Pelaku akan dijerat dalam pasal KDRT,”tandasnya.

Kini, korban, Indrawati masih harus menjalani pemeriksaan kejiwaan akibat trauma yang dialaminya sementara pelaku, SR, sang suami harus mempertanggungjawabkan di hadapan hukum yang berlaku.(ham)