Plt Bupati Trenggalek Serahkan Ratusan Serifikat di Safari Ramadan

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Plt. Bupati Trenggalek, Jawa Timur, H. Mochamad Nur Arifin , atau biasa akrab disapa Gus Ipin, menyempatkan diri menyerahkan sebanyak 369 sertifikat kepada masyarakat Desa / Kecamatan Watulimo, pada gelaran safari Ramadan yang dilakukannya selama bulan suci ini, 1440 Hijriyah, tahun 2019 Masehi, Senin (20/5).

Dari informasi yang dihimpun, penyerahan sertifikat massal dan gratis ini merupakan hasil dari program nasional melalui Kementerian ATR/BPN berupa Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

H Moch Nur Arifin menyampaikan, belum adanya jaminan kepastian hukum atas tanah sering kali memicu terjadinya sengketa dan perseteruan atas lahan di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di Trenggalek.

“Sebelumnya telah ada program Prona pertanahan , kini bergulir PTSL, agar secara hukum tanah tersebut legal,”ungkapnya.

Selain itu, masih keterangan Arifin, di kalangan masyarakat, baik antar keluarga, tak jarang sengketa lahan juga terjadi antarpemangku kepentingan seperti pengusaha, Badan Usaha Milik Negara dan Pemerintah.

“Jika akan menjadi agunan untuk dijaminkan sebagai modal usaha, seripikat memang dibutuhkan,”terangnya.

Hal itu membuktikan pentingnya sertipikat tanah sebagai tanda bukti hukum atas tanah yang dimiliki.

Usai menyerahkan sertifikat, Gus Ipin berpesan agar masyarakat bijak dalam memanfaatkannya.

“Saya tadi menyarankan bila sertifikat tersebut digunakan untuk usaha dan harus dijaminkan, harus digunakan untuk usaha produktif,” himbaunya.

Usaha produktif yang dimaksud pemimpin muda ini, setidaknya telah dikaji betul bagaiman usahanya dan bagaiman prospek pasarnya.

“Candaan saya jangan sampai bila disekolahkan, nantinya tidak lulus yang bisa merugikan pribadi masyarakat itu sendiri,” imbuh Gus Ipin.

Gus Ipin berharap masyarakat tidak memanfaatkan sertifikat yang telah dibagikan untuk kegiatan konsumtif.

“Seperti membeli mobil, motor dan yang lainnya, gunakan untuk kegiatan produktif yang bisa menghasilkan dan memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat,” tuturnya.

Selain itu, suami Novita Hardini itu juga menghimbau kepada masyarakat untuk mengikuti program PTSL. Karena menurutnya, kebijakan dari program BPN tersebut sudah bagus.

“Koordinat titik tanahnya sudah fix berbasis digital, sehingga tidak mungkin ada tumpang tindih batas tanah, sangat cocok bagi mereka yang membutuhkan kepastian hukum akan hak atas tanah,” pungkasnya.(ham)