Bupati Trenggalek Ancam Sangsi Berat ASN Tidak Disiplin

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: H Moch Nur Arifin, Bupati Trenggalek, Jawa Timur mengancam akan memberikan sangsi kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkup Pemkab Trenggalek yang membolos atau tidak masuk kerja tanpa alasan yang tepat.

“Sudah 6 bulan perlu warming up, tadi saya ingatkan untuk kegiatan-kegiatan utamanya untuk kegiatan non fisik maupun kegiatan fisik harap segera dilaksanakan termasuk dengan pengisian jabatan,” ucapnya saat halal bi halal dengan jajaran ASN di pendopo Manggala Praja Nugraha, Senin,(10/6).

Untuk itu berkaitan dengan pengisian jabatan Bupati termuda ini minta laporan kehadiran, apakah masuk, izin atau membolos. Pasalnya sudah ada surat edaran hari dimana harus masuk kerja.

“Bagi mereka yang nekat bolos sanksi menanti, mulai dari sangsi administratif hingga pengurangan tunjangan kinerja(tukin) atau tambahan penghasilan,”tegasnya.

Menanggapi pertanyaan kenapa kok tidak diganti, bapak tiga anak ini menerangkan selama dua tahun mereka tidak dapat diganti, kecuali dengan pelanggaran-pelanggaran tertentu.

“Salah satu pelanggaran ini adalah kontrak kerja. Kalau bisa melampaui kontrak kerja maka dia berhak akan dua tahun jabatan itu,”imbuhnya.

Bupati Arifin ingin pengisian jabatan dibarengi dengan kontrak kerja yang diketahui oleh masyarakat.

“Kalau satu tahun di evaluasi dari apa yang dikontrakan tidak sesuai, mereka diminta untuk mengundurkan diri,”tandasnya.

Alasannya, masih banyak pejabat yang berhak atau layak mendapatkan promosi.

Dirinya mengaku kontrak kerja ASN selain masyarakat harus tahu bila perlu juga dividiokan.

“Publik akan bisa menilai secara langsung,”tukasnya.

Dirinya ingin hal ini menjadi budaya , karena esesnsinya pejabat yang harus melayani masyarakatnya bukan sebaliknya.

“Kita jadikan budaya, biar masyarakat tahu para pejabat ini bekerja untuk rakyat, jadi komitmennya untuk melakukan pekerjaannya apa sehingga masyarakatnya tahu,”pungkasnya.(ham)