Kasus Oknum Polisi Hajar Pasutri karena Dituduh Curi HP, Kasat Reskrim Polres Jombang :’Itu hanya salah paham’

Rofiul Huda korban penganiayaan oknum anggota polisi, yang mengalami luka lebam di bagian wajah

JOMBANG,KANALINDONESIA.COM :Kasus oknum anggota polisi menghajar pasangan suami istri (pasutri) beserta keponakannya, yang dituduh mencuri hand phone (HP), tampaknya dipicu atas kesalahpahaman.

Hal ini diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Azi Pratas Guspitu, saat dikonfirmasi sejumlah jurnalis, di kantornya, pada Kamis (14/6).

Menurut pengakuan Azi, bahwa hal itu merupakan kesalahpahaman belaka. Dan sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

“Benar adanya dugaan pencurian hp setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik, ternyata ada kesalapahaman. Yang menemukan telah dikembalikan ke pemilik, namun dari pemilik ini mungkin ada emosi akhirnya terlibat adanya diduga penganiayaan, pada hari itu juga diselesaikan secara kekeluargaan,” ungkap Azi.

Meski demikian, lanjut Azi, apabila pihak korban, merasa tidak terima dan melaporkan kejadian tersebut, pihaknya akan memproses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

“Ya kita menunggu dari korban kalau laporan secara resmi, kita tindaklanjuti secara hukum,” tegasnya.

BACA JUGA: 

Dituduh Curi HP, Pasutri dan Ponakannya Babak Belur Dihajar Oknum Polisi Hingga Opname

Lokalisasi Sunan Kuning Dipastikan Tutup Sebelum 17 Agustus

Warga Madiun Tewas Terjebur Telaga Sarangan

Seperti diberitakan sebelumnya, dituduh mencuri HP, pasutri beserta keponakannya di Jombang, Jawa Timur babak belur.

Satu keluarga yang terdiri dari paman dan bibi serta keponakannya tersebut alami sejumlah luka lebam pada bagian tubuhnya terutama pada bagian wajah.

Bahkan korban yang sempat dilarikan ke RSUD Jombang, guna menjalani perawatan. Tak tanggung-tanggung korban sempat menjalani okname selama 4 hari di rumah sakit plat merah tersebut.

Ketiga korban yang mengalami penganiayaan oleh dua oknum anggota Polisi berinisial DA anggota Polres Jombang, dan S anggota Brimob yang berdinas di Bandung, Jawa Barat. Parahnya, salah satu dari oknum Polisi tersebut, sempat menodongkan senjata api ke kepala salah satu korbannya, dengan kondisi tangan terikat.

Sungguh disayangkan, Polisi yang seharusnya bertugas mengayomi dan melindungi masyarakat, justru bertindak arogan.(elo)