Penlok Bendungan Bagong Trenggalek Segera Turun

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: H Mochamad Nur Arifin Bupati Trenggalek, Jawa Timur berharap penetapan lokasi (penlok) Bendungan Bagong di wilayah tercakup Desa Sengon, Sumurup dan Masaran bisa dilakukan pada Bulan Juli tahun 2019 ini.

Hal ini disampaikan oleh suami Novita Hardini usai melakukan kegiatan coffee morning dengan jajarannya di Gedung Bhawarasa Trenggalek, Jum’at (14/6).

Sebelumnya, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin didampingi Sekda Trenggalek, Joko Irianto dan beberapa pejabat terkait lakukan rapat koordinasi dengan BBWS Brantas mengenai Penetapan Lokasi Bendungan Bagong di Surabaya.

“Penetapan lokasi baru bisa dilaksanakan setelah PKM, kalau bisa bulan Juli ini dilakukan penetapan sehingga di tahun ini sudah bisa dilakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan Bendungan Bagong,” terangnya.

Dijelaskan lebih lanjut, untuk bisa mencapai penetapan lokasi sehingga nantinya dapat dibangun harus diawali dengan konsultasi masyarakat.

“Rencana kita mungkin minggu depan akan ada konsultasi bersama masyarakat,”jelasnya.

Ditambahkan dia, hal yang dibicarakan dengan BBWS tentang beberapa hal yang selama ini telah disuarakan oleh masyarakat.

“Beberapa tuntutan-tuntutan, seperti cash and carry nya bagaimana, besarannya berapa dan kemarin kita sudah klarifikasi kepada Brantas dan besok untuk kita sampaikan,” tandasnya.

Pembangunan Bendungan Bagong sendiri sangat dibutuhkan oleh masyarakat, tidak hanya di Kabupaten Trenggalek melainkan juga Kabupaten tetangga.

“Pasalnya tidak hanya menjadi penampung cadangan air, bendungan juga berfungsi menjadi pengurai banjir serta mengairi lahan sawah,”ungkapnya.

Tak hanya itu fisik bendungan juga bisa berfungsi sebagai sarana rekreasi, pembangkit listrik hidro mikro dan masih banyak fungsi lainnya.

“Tentunya dapat mengangkat perekonomian masyarakat,”pungkasnya.(ham)