Dewan Trenggalek Wacanakan Pilkades Serentak Dua Tahun lagi

pilkades serentak, CF :Husni Taher Hamid anggota komisi I DPRD Kab. Trenggalek

TRENGGALEK,KANALINDONESIA.COM: DPRD Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur mewacanakan jika Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di wilayhnya akan digelar nanti tahun 2021.

Hal ini dikarenakan sesuai amanat Undang-undang nomor 6 tahun 2014 periode pemilihan kepala desa hanya boleh dilaksanakan pemilihan sebanyak tiga periode dengan durasi dua tahunan selama kepemimpinan bupati/wakil bupati.

Husni Taher Hamid, anggota komisi I DPRD Kabupaten Trenggalek mengatakan pemilihan Kades serentak di Trenggalek akan kembali berlangsung di tahun 2021.

“Tahun itu masa akhir jabatan bupati,”ungkapnya, Minggu,(16/6).

Untuk bulannya kapan, nanti dilihat jumlah terbanyak masa periode habisnya kapan. Karena pada masa jabatan bupati/wabup sudah dua kali pilkades serentak, yaitu tahun 2017 dan Pebruari 2019 kemarin.

“Jadi di tahun 2021 itu merupakan periode berikutnya,”imbuhnya.

Dikatakannya, pelaksanaan Pilkades serentak telah sesuai dengan peraturan, dalam kurun waktu 6 tahun masa jabatan kepala desa sejak lahirnya undang undang 6 tahun 2014 yang mengatur tentang desa.

“Pelaksanaan pilkades memiliki durasi waktu dua tahunan,” katanya.

Diterangkan politisi asal Hanura, amanat Undang undang 6 tahun 2014 tersebut berbunyi tentang kepala desa dalam kurun waktu enam tahun periode masa jabatan kepala desa ini hanya boleh dilakukan pilkades serentak sebanyak tiga periode.

“Merujuk pada PP 43 tahun 2014 berisi dalam kurun waktu dari pada pemilihan kepala desa dilakukan durasi dua tahunan,”terangnya.

Untuk itu, pihaknya mengaku juga telah menyiapkan peraturan pun juga anggaran.

“Kita ada perda dan perbup. Sedangkan untuk Trenggalek sendiri telah dikonstruksikan periodesasi peraturan dengan tiga periode pilkades,”tandasnya.

Joko Wasono, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masayarakat dan Desa (PMD) menjelaskan pada dua tahun berikutnya pada tahun 2017 dan kemarin periode ketiga jatuh pada bulan Februari 2019 . Sehingga ritme berikutnya jatuh pada tahun 2021 mendatang.

“Di tahun 2021 nanti akan ada sekitar 12 desa di tambah satu Desa Ngrencak setelah kemarin dilakukan pemilihan meninggal dunia, jadinya 13 desa,”katanya.

Jadi, misalkan ada desa dengan yang masa jabatan Kadesnya habis pada bulan Agustus 2019, di masa kekosongan nanti akan diangkat pejabat sementara (PJ) nantinya.

“PJ itu nanti akan menjabat hingga dilaksanakan pilkades serentak tahun 2021,”pungkasnya.(ham)