Pengirim Surat Terbuka Kepada Kapolda Jatim, Bukan Mahasiswa UTM

Rektor III UTM Bangkalan Agung Ali Fahmi. bersama Kapolres Bangkalan,AKBP Boby Paludin Tambunan (Foto:Aryans_kanalindonesia.com)
Rektor III UTM Bangkalan Agung Ali Fahmi. bersama Kapolres Bangkalan,AKBP Boby Paludin Tambunan (Foto:Aryans_kanalindonesia.com)

BANGKALAN, KANALiNDONESIA.COM: Pengirim surat terbuka kepada Kapolda Jatim yang bernama Ahmad Ghazali dan mengaku-ngaku kuliah di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan semester IV dan yang sempat viral di sosmed. Karena Ahmad menginformasikan bahwa kasus begal akhir – gakhir ini sangat meresahkan para mahasiswa UTM Bangkalan, dibantah keras oleh Rektor III UTM Bangkalan, Agung Ali Fahmi.

Menurut Agung, penyebar informasi HOAX bernama Ahmad Ghazali, setelah dilihat di website UTM ternyata bukan mahasiswa UTM Bangkalan. Serta informaai yang ditulis dalam surat terbuka kepada Kapolda Jatim tersebut, sangat disesalkan karena tidak seperti itu adanya.

” Ahmad Ghazali bukan mahasiswa UTM dan informasinya bisa membuat bingung para orang tua mahasiswa baru,” ujar Rektor III UTM Bangkalan, Agung, Sabtu, (29/06/2019).

Menurut Agung, informaai ini harus segera diluruskan, agar masyatakat dan orang tua mahasiswa baru yang kuliah di UTM Bangkalan mengetahui, bahwa berita itu tidak benar dan dilebih-lebihkan.

Sementara itu, Kapolres Bangkalan AKBP Boby Paludin Tambunan juga membantah informasi yang disampaikan lewat surat terbuka kepada Kapolda Jatim terkait dengan kasus pembegalan yang dikatakan sering terjadi di sekitar kampus UTM.

Dijelaskan AKBP Boby, kasus begal yang terjadi selama lima tahun sudah diatasi dan para pelakunya ditangkap dengan ganjaran mendekam di penjara. Bahkan ada yang didor karena melawan dan membahayakan jiwa aparat.

“Kasus begal yang menimpa mahasiswa UTM cuma dua kali yakni Mei dan Juni 2019. Identitas pelakunya sudah diketahui dan dilakukan pengejaran oleh anak buah. Bukan seperti diberitakan katanya sering terjadi pembegalan mahasiswa UTM,” terang Kapolres Bangkalan kepada sejumlah awak media.

Kapolres Bangkalan AKBP Boby menambahkan, bahwa saat ini telah didirikan pos penjagaan dekat kampus UTM yang dijaga selama 24 jam. Termaauk patroli malam semakin diintensifkan agar mahasiswa dan masyarakat merasa nyaman dan tidak resah.

” Saya harapkan masyarakat tidak terpengaruh terhadap surat terbuka kepada Kapolda Jatim yang tidak benar itu,” pungkas mantan Kasubdit Jantaras Polda Jatim tersebut. (yans).