KAHMI akan Evaluasi Pelaksanaan Pemilu 2019 Sebagai Masukan ke Pemerintah

Presidium Majelis Nasional KAHMI Prof. Siti Zuhro
Presidium Majelis Nasional KAHMI Prof. Siti Zuhro

MALANG, KANALINDONESIA.COM:  Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) akan melakukan evaluasi sistem pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak legislatif dan Presiden tahun 2019, dan hasilnya akan diberikan sebagai masukan kepada lembaga terkait.

“KAHMI bertekad bahkan sebelum coblosan permasalahan rumit banget. Pak Mahfud (Mahfud MD) sebagai ketua dewan pakar (KAHMI) kita bicara bulan ini akan membahas itu sistem pemilu,” ucap Presidium Majelis Nasional KAHMI Prof. Siti Zuhro.

Dikatakan Siti Zuhro, banyaknya permasalahan yang rumit pada Pemilu kali ini membuat KAHMI terdorong melakukan evaluasi.

Pembahasan sistem pelaksanaan pemilu nantinya akan melibatkan seluruh stakeholder terkait baik dari penyelenggara pemilu, pemantau independen, politisi, dan para pakar yang berasal dari KAHMI.

“Insya Allah tahun ini akan merumuskan itu dengan melibatkan pakar – pakar yang ada di KAHMI, baik hukum tata negara, ekonomi, politik, pemerintahan yang paham tentang itu. Kita kumpulkan tidak seluruhnya, hanya representasi saja lalu kita luaskan dengan praktisi dengan politisinya yang khusus berasal dari Kahmi demikian juga intelektualnya. Kita minta diberikan masukan nanti ada tim perumus dari Bawaslu. Juga ada pantau pemilu kita mendengarkan seluruhnya kita coba evaluasi,” jelasnya.

Usai pembahasan nantinya, rekomendasi KAHMI akan disusun dalam bentuk naskah akademik yang diberikan kepada lembaga eksekutif dan legislatif selaku pembuat dan pelaksana kebijakan.

“Nanti rumusan selesai akan di sampaikan ke eksekutif dan legislatif sebagai bahan evaluasi,” pungkasnya.(ar)