Baznas Sabet Predikat “Wajar” Dari Kantor Akuntan Publik

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyabet predikat “Wajar” dari Kantor Akuntan Publik AR Utomo mengenai laporan keuangan 2018.

Auditor independen ini menyatakan “Wajar” karena pengelolaan dana zakat, infak dan sedekah yang dihimpun oleh Baznas dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

Acara penyerahan hasil audit ini secara simbolis diselenggarakan di Kantor Baznas, Wisma Sirca, Menteng, Jakarta, Kamis, (11/7/2019).

Hadir dalam acara tersebut Ketua Baznas, Prof Dr Bambang Sudibyo, MBA, CA; Pimpinan Kantor Akuntan Publik (KAP) AR. Utomo, Ahmad Toha; Direktur Kepatuhan dan Audit Internal Baznas, Drs. Mochammad Ichwan, Ak, MM, CA; dan Direktur Operasi Baznas, Wahyu TT. Kuncahyo.

Foto bersama acara Baznas meraih predikat “Wajar” dari Kantor Akuntan Publik AR Utomo di Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Ketua Baznas, Prof Dr Bambang Sudibyo, MBA, CA, mengatakan, predikat “Wajar” merupakan yang tertinggi dalam tingkatan hasil audit laporan keuangan dari Kantor Akuntan Publik.

Dirinya bersyukur bahwa laporan keuangan tahun 2018 yang meliputi laporan pengumpulan, pengelolaan, dan pendistribusian dana zakat telah mencapai tingkatan tersebut.

“Kami berharap predikat “Wajar” ini dapat meningkatkan kepercayaan publik atas pengelolaan zakat, infak, sedekah dan dana sosial kegamaan lainnya yang dikelola Baznas. Hasil ini mejadi contoh kepada Baznas provinsi, kabupaten/ kota dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di seluruh Indonesia serta mendorong transparansi dan akuntabilitas untuk melayani masyarakat, terutama muzaki dan mustahik,” tutur Prof. Bambang.

Ditambahkan Direktur Kepatuhan dan Audit Internal Baznas Drs. Mochammad Ichwan, Ak, MM, CA bahwa pihaknya menyajikan laporan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 109 yang menjadi standar akuntansi pengelolaan zakat di Indonesia.

“Perolehan predikat Wajar ini diibaratkan jika dalam ujian sekolah itu nilanya tinggi, yakni A. Alhamdulillah dengan hasil laporan audit ini, tentunya dapat meningkatkan rasa kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat di Baznas,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan Direktur Operasi Baznas, Wahyu TT. Kuncahyo bahwa, sejak pertama kali berdiri, Baznas terus menjamin transparansi dan keterbukaan kepada masyarakat termasuk dalam memberikan layanan terbaik bagi muzaki dan mustahik.

“Predikat Wajar ini telah menjadi tradisi Baznas sejak didirikan dari tahun 2001 dan jadi bagian dari komitmen untuk meningkatkan kepercayaan publik melalui transparansi pengelolaan zakat yang semakin baik,” katanya.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag) RI, M Fuad Nasar mengatakan, pencapaian “Wajar” dalam laporan keuangan Baznas menjadi bukti pelaksanaan pengelolaan keuangan yang baik.

Ia berharap, perolehan ini bisa terus dipertahankan dan setiap Baznas Provinsi, Kabupaten dan Kota juga bisa meraih predikat “Wajar” agar mewujudkan transparansi dan memberikan kepercayaan publik.

“Opini Wajar yang diraih Baznas dalam audit laporan keuangan tahun 2018 merupakan salah satu bentuk pengakuan atas kinerja pengelolaan keuangan Baznas sesuai standar akuntansi yang baik. Capaian ini, seperti juga tahun-tahun sebelumnya, perlu dipertahankan terus. Saya harapkan semua Baznas di daerah juga meraih opini Wajar,” tutur Fuad. @Rudi