Disuguhi Atraksi Yong Moo Do, Warga di Lokasi TMMD Trenggalek Kagum

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Upacara pembukaan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 di wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur kemarin, Kamis,(11/7), seakan mampu memberikan kenyamanan dan hiburan bagi warga di Desa Surenlor, Kecamatan Bendungan.

Pasalnya, selain disuguhi berbagai hiburan dalam pembukaan tersebut, masyarakat juga merasa kagung dengan adanya atraksi bela diri militer Yong Moo Do yang ditampilkan oleh Satuan Yonif 511/DY.

Dari informasi yang dihimpun, selain harus mempunyai kemampuan bertempur dengan menggunakan senjata taktis, Prajurit TNI AD juga diwajibkan untuk menguasai Yong Moo Do, seni beladiri mematikan yang berasal dari Korea. Seni beladiri tangan kosong, Yong Moo Do merupakan gabungan dari sejumlah seni beladiri asal Korea.

Seni beladiri Yong Moo Do sendiri, resmi menjadi olah raga wajib di TNI Angkatan Darat sejak 2008. sejak didirikannya Federasi Yongmoodo Indonesia (FYI), seni beladiri asal Korea ini pun mulai disosialisasikan kepada masyarakat umum di tahun 2012.

Ismail (34) salah satu warga yang ikut hadir menyaksikan gelaran Yong Moo Do mengaku jika dirinya seakan terpukau dengan adanya beberapa jurus yang ditampilkan oleh prajurit Yonif 511/DY.

“Bela diri itu lain dari biasanya. Gerakannya juga bagus-bagus,” akunya.

Sementara itu, Danrem 081/DSJ, Kolonel Inf Masduki mengaku jika dirinya sengaja mendatangkan prajurit Yonif 511/DY ke lokasi pembukaan untuk menampilkan beberapa gerakan BDM tersebut.

“Tujuannya, untuk menghibur masyarakat di lokasi TMMD itu,” tandasnya.

Sejarah Yong Moo Do, dimulai pada tanggal 15 Oktober 1995, dengan nama The Martial Research Institut dari Yong In University Korea. Seni beladiri Yong Moo Do merupakan gabungan dari beladiri Judo, Taekwondo, Apkido, Karate, Jiu-Jitsu dan Hon Sin Sul.

“Istilah Yong Moo Do berasal dari kata Hankido yang dikembangkan di Korea pada tahun 1976. Kemudian namanya berganti menjadi Kukmodo dan tak lama kemudian berubah menjadi Yong Moo Do,”jelasnya.

Dilanjutkan Masduki, Yong Moo Do merupakan beladiri pertarungan jarak dekat yang menunjukan kemampuan pada pertempuran yang mengacu pada teknik perkelahian, pertahanan dan strategis, baik fisik, mental serta psikologis.

“Seni beladiri Yong Moo Do memerlukan latihan rutin untuk memperkecil resiko latihan yang bersifat fatal,”lanjutnya.

Dirinya berharap, dengan adanya berbagai hiburan maupun atraksi yang ditampilan pada acara pembukaan TMMD di Trenggalek, mampu menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme warga di lokasi TMMD.

“Terlebih untuk menumbuhkan semangat kegotong-royongan antara TNI, warga dan stakeholder terkait,” pungkasnya.(ham)