Dihajar Suami Hingga Babak Belur, Istri Melapor Ke Polres Sampang Tempuh Jalur Hukum

Foto Eklusif: Korban HL sesaat setelah bentrok dengan suaminya (MFQ)
Foto Eklusif: Korban HL sesaat setelah bentrok dengan suaminya (MFQ)

SAMPANG, KANALINDONESIA.COM: HL (26 Th), Warga asal Perumahan Permata Selong, Blok E, Kabupaten Sampang yang babak belur menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh MFQ (Suaminya), sesaat setelah pasca kejadian langsung menempuh jalur hukum dengan cara melaporkan insiden tersebut ke Mapolres Sampang, Madura, Jawa Timur.

Peristiwa penganiaayaan yang dialami oleh korban atas nama inisial (HL) itu, terpaksa ia laporkan ke Mapolres Sampang karena bertujuan hanya untuk memberikan efek jera kepada suaminya yakni (MFQ).

Selain itu, HL juga memiliki tujuan untuk memberikan bukti kepada suaminya bahwa dirinya juga mampu melakukan tindakan tegas atas perlakuan tidak baik suaminya itu tampa ada bantuan orang lain termasuk suaminya.

“Saya melaporkan kejadian itu karena saya merasa tidak terima mendapat perlakukan tidak menyenangkan dari suami saya, tujuannya, agar ada efek jera terhadap ulahnya itu,” kata ML, kepada sejumlah wartawan, Kamis malam (18/07/2019).

Selain itu, HL juga mempunyai tujuan ingin membuktikan kepada suaminya bahwa tindakan tegas menempuh jalur hukum atas perlakuan suaminya itu bisa ia lakukan tampa ada bantuan dari orang lain.

“Jadi dengan ini saya sudah bisa membuktikan bahwa saya seorang diri juga bisa dan mampu bertindak tegas terhadap suatu perbuatan yang telah mengancam keselamatan jiwa saya tanpa ada bantuan orang lain,” tegas HL.

ML juga menegaskan, bahwa laporan polisi terhadap Insiden yang menimpanya pada hari Rabu siang 17 Juli 2019 itu sudah diterima oleh pihak Mapolres Sampang.

Kendati demikian, dirinya hingga berita ini diterbitkan masih belum menerima surat tanda bukti laporan polisi dari Mapolres Pamekasan. Pasalnya, hal itu dikarenakan korban HL pada saat itu sedang tidak sehat akibat peristiwa penganiayaan yang dialaminya.*(IFA).