Yoko, Siap Mengabdi Untuk Perubahan Total Desa Wringinanom

GRESIK, KANALINDONESIA.COM: Termotivasi dari ketimpangan sosial yang terjadi di desanya, H. Yoko maju di kontestan Pilkades Desa Wringinanom, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik yang digelar pada 31 juli 2019 mendatang.

“Bila warga mempercayakan Desa Wringinanom pada kita di 6 tahun ke depan, kita akan lakukan program pembangunan di semua sektor, prioritas awal adalah menekan pada konsep pembangunan pedesaan modern, langkah awal yang diambil adalah meminimalisir masalah sosial yang terjadi pada kawula muda, kegiatan karang taruna akan selalu digeber agar mereka selalu sibuk dengan hal-hal yang positif,”ucapnya Minggu (21/07/2019).

Dikatakanya, karena letak desa Wringinanom di daerah kawasan industri, rencana awal adalah menyediakan lapangan pekerjaan untuk menekan angka pengangguran pada kawula muda sesuai potensinya masing-masing.

“Yang senang kerja di perusahaan, kita akan fasilitasi dan perusahaan yang berdomisili di wilayah kita harus memprioritaskan orang pribumi, untuk pemuda yang punya basic enterpreneur kita akan bimbing melalui karang taruna semisal bikin persewaan tenda, kursi untuk hajatan,”terangnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Tidak hanya di sini, Yoko juga menganggap penting untuk meningkatkan ketrampilan masyarakat yang mandiri, “bagi para ibu kita akan buat penguatan modal industri rumah tangga yang nantinya akan kita suplaikan ke perusahaan dan hasilnya banyak warga yang membuka tabungan di koperasi desa yang berbasis syariah, juga akan membantu mereka soal pendanaan dengan suku bunga yang sangat rendah,”tuturnya.

Mengenai koperasi yang berbasis syariah ia mengatakan,”jauh-jauh hari kita sudah pikirkan adanya koperasi mandiri yang ada di desa, untuk modalnya kita akan modali dulu, dengan begini akan terjadi adanya indikator perubahan pola pikir yang produktif.”kata Yono.

Ditambahkanya, kemandirian juga akan ditumbuhkan pada warga yang mempunyai pekerjaan di bidang bangunan, pihakya berencana akan bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum, agar mereka mendapatkan sertifikat di bidang konstruksi dan bangunan.

“Semua akan dirangkum jadi satu dalam BUMDES kita, saya berencana akan membagi jadi 4 sektor, yakni koperasi desa yang berbasis syariah, supliyer, autsorching yang terakhir adalah pemanfaatan sekaligus pengolahan limbah pabrik yang ada di wilayah kita, yang berbadan hukum semua,”paparnya.

Transparansi pengelolaan dana desa juga menjadi hal penting bagi dia, agar tidak terjadi kecemburuan sosial, setiap proyek pembangunan yang dilaksanakan, masyarakat areal pembangunan proyek akan dilibatkan sepenuhnya dalam Tim Pelaksana Kegiatan (TPK).

Menurutnya, cara ini membuat aparat desa dapat terhindar dari terjadinya penyelewangan anggaran dana, serta bisa menumbuhkan rasa kepercayaan yang tinggi antara aparat desa dan masyarakat, yang selanjutnya bisa bersinergi.

Dalam garis besar perencanaanya,Yoko berkeinginan membangun desa yang mandiri, maju dan sejahtera.

“Pada tujuan akhir masyarakat harus berdaulat di segala bidang, memeiliki rasa kedaerahan yang tinggi, serta menjadi masyarakat yang dinamis dan inspirtif,”pungkasnya.(Irwan)