Bupati Trenggalek Bangga Penutupan TMMD Angkat Budaya Kearifan Lokal

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Bupati Trenggalek, Jawa Timur, H Moch Nur Arifin bangga melihat Satgas TNI Manunggal Membangun Membangun Desa (TMMD) 105 di Kecamatan Bendungan, yang mengangkat budaya kearifan lokal dalam kegiatan penutupan kegiatan TMMD ke 105 Trenggalek di Lapangan Surenlor, Kamis (8/8).

Ditutup langsung oleh Mayor Jenderal TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi, Panglima Kodam V Brawijaya, Satgas TMMD 105 Trenggalek suguhkan 3.000 Nasi Gegok gratis untuk dimakan bersama. Nasi Gegok gratis ini sebagai perwujudan rasa syukur masyarakat atas selesainya pelaksanaan TMMD di Trenggalek.

Nuansa berbeda ditampilkan kearifan lokal kuliner yang menjadi trend di Trenggalek yakni nasi gegok.

“Hebat kita punya gegok yang disuguhkan kepada tamu undangan,”ucapnya.

Dikatakan orang nomor satu di Trenggalek ini selain manfaat secara ekonomi dalam kegiatan dua tahunan ini juga sebagai ajang promosikan potensi wisata termasuk wisata kuliner gegok.

“Gegok asli produk Bendungan yang sudah mendunia,”katanya.

Bupati Arifin yakin dengan TMMD 105 di Bendungan ini akan mempercepat laju pembangunan kawasan wilayah utara yang konon segera dibangun Waduk Bagong sebagai salah satu destinasi wilayah baru.

“Semoga TMMD yang akan datang masih bertempat di Bendungan, karena kawasan ini segera dibuka destinasi wisata baru, yakni waduk Bagong,”tandasnya.

Letkol Inf Dodik Novianto, Dansatgas TMMD 105 di Bendungan Trenggalek semua komponen bersama-sama sepakat mengangkat kearifan budaya lokal dalam penutupan ini.

“Jadi tadi semua kita ajak makan bersama seluruh  anggota satgas, TNI-POLRI, Pemerintah dan masyarakat yang tadi ada dalam kegiatan penutupan ini,” imbuh Letkol Dodik.

Selain Nasi Gegok, Satgas TMMD juga menyuguhkan atraksi Pencak Silat dari beberapa perguruan silat di Trenggalek. Kurang lebih ada 200 orang pesilat ikut dalam atraksi ini.

“Kita ingin menghilangkan image, bawasanya pencak silat itu sering dan identik dengan tawuran antar perguruan, makanya pada acara ini kita gabungkan supaya memiliki kebersamaan,” jelasnya.

Komandan kodim juga menyarankan kepada Bupati Trenggalek untuk menggelar atraksi yang sama dalam kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun Trenggalek nanti sehingga kebersamaan antar perguruan silat dapat terjaga.

Terakhir juga ada penampilan kesenian Jaranan khas Trenggalek yang ikut memeriahkan upacara penutupan TMMD tersebut.(ham)