Gedung Rawat Inap VIP Lantai II RSUD Ploso Kian Molor, Alat Pemancang Rusak Jadi Dalil

Proyek gedung rawat inap VIP lantai II RSUD Ploso, yang masih mangkrak

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM :Pembangunan gedung rawat inap VIP lantai II RSUD Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dipastikan molor dari jadwal yang ditentukan.  Hal ini dikarenakan, rencana kegiatan pemancangan proyek pembangunan gedung rawat inap lantai 2 RSUD Ploso senilai Rp 9,4 miliar kembali gagal dilakukan.

Sebelumnya pemasangan tiang pancang gedung tersebut, molor lantaran tiang pancang tak ada dipasaran. Selanjutnya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) RSUD Ploso Heru Purwanto, beserta rekanan melakukan penjadwalan ulang, dan akan dikerjakan pada tanggal 7 Agustus.

Namun rencana tersebut, juga kembali gagal. Pasalnya, tiang pancang masih belum jadi dan harus menunggu umur beton siap. Untuk itu, PPK beserta pihak direktur RSUD melakukan penjadwalan ulang, dan pemasangan tiang pancang akan dilakukan pada tanggal 12 Agustus.

Dan pada tanggal 12 Agustus, pihak PPK dan pelaksana kembali melakukan penjadwalan ulang. Rencananya tiang pancang akan dipasang pada tanggal 18 Agustus, mengingat alat crane tiang pancang masih bekerja di Sidoarjo.

Untuk saat ini, pihak pelaksana belum bisa mendatangkan alat pemancang ke lokasi proyek. Dikarenakan alat pemancang alami kerusakan sehingga pemasangan tiang pancang ditunda lagi.

“Tadinya kita rencanakan 18 Agustus sudah bisa action. Ternyata tadi dari pelaksana konfirmasi ke saya ada kendala alat pemancangnya rusak, sehingga baru bisa dikirim Senin (19/8),” ujar Heru.

Lebih lanjut, Heru mengatakan bahwa saat ini, alat pemancang sudah dalam proses perbaikan dan dipastikan Senin sudah selesai dan baru akan dikirim ke Jombang. “Rusak bagian mesin hidroliknya pecah, sudah diservis, Senin sudah geser ke lokasi, langsung proses setting, Selasa (20/8) sudah action,” katanya.

Masih menurut penjelasan Heru, sebagai jaminan pengiriman alat pemancang akan dikirim pada hari Senin, pihak pelaksana telah melakukan booking kendaraan untuk membawa alat pemancang dari Sidoarjo ke lokasi proyek di Ploso. “Mudah-mudahan tidak ada kendala lain,” ungkapnya.

Disinggung terkait kesiapan tiang pancang, Heru menyebut sudah ada 60 tiang pancang jenis K600 dari kebutuhan sekitar 140 tiang pancang untuk kegiatan proyek.

“Sisanya masih di pabrik, sebab kalau langsung dikirim semua, tempatnya terbatas, takutnya menganggu manuver alat pemancang. Makannya pengiriman dilakukan bertahap,” tegasnya.

Ditanya lebih lanjut mengenai, sisa waktu pelaksanaan kegiatan yang mepet (target 20 Desember harus tuntas, red), apakah mungkin selesai pekerjaan tersebut, dengan optimis diluar nalar, Heru menyatakan bahwa pekerjaan akan tetap selesai sesuai jadwal. “Kalau untuk pemancangan, sehari bisa puluhan yang terpasang. Perkiraan 2 minggu pemancangan sudah selesai,” tukasnya.

Dari data yang dihimpun dari lapangan, diketahui bahwa pada hari Minggu (18/8), di RSUD Ploso, tidak nampak adanya alat crane untuk memasang tiang pancang. Namun tiang pancang yang jumlahnya puluhan batang itu, memang tampak sudah berada di lokasi.(elo)