Wall’s Kampanyekan Merah Putih Menyatukan Kita

JAKARTA, KANALINDONESIA,COM: Masih dalam suasana perayaan HUT ke-74 Hari Kemerdekaan RI, Wall’s sebagai brand es krim dari Unilever Indonesia mengkampanyekan “Merah Putih Menyatukan Kita”.

Kampanye ini digelar dengan menggandeng masyarakat dalam berbagai kegiatan yang mengangkat semangat inklusivitas dalam memaknai dan berbagi kebahagiaan.

Arya Bahupringga selaku Head of Marketing Ice Cream PT Unilever Indonesia Tbk, mengatakan Indonesia adalah egara yang memiliki 17.504 pulau dan lebih dari 300 kelompok etnik, tentunya keberagaman merupakan satu hal yang lumrah.

Tetapi masyarakatnya yang guyub membuat keberagaman menjadi keunikan dan kekuatan Indonesia, terlihat dari semangat Merah Putih yang selalu mencerminkan kekuatan kita sebagai bangsa yang satu; dulu, kini, dan selamanya.

Sejak tahun 1992, Wall’s sebagai es krim yang dikenal memiliki logo berwarna merah dan putih telah menghadirkan kebahagiaan melalui produk-produknya kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Hal ini sejalan dengan tujuan mulia.Wall’s yaitu #SemuaJadiHappy.

“Semangat merah putih dan komitmen untuk menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat inilah yang menginspirasi kami mempersembahkan kampanye Merah Putih Menyatukan Kita,” kata Arya di Kemang, Jakarta.

Arya mengklaim, tanggal 15 Agustus 2109 lalu digelar acara “Wall’s Happy Day” di kota Bandung bersama dengan 74 anak penyandang disabilitas asuhan Yayasan Pembinaan Anak Cacat dan 74 anak non-disabilitas.

Dalam momen tersebut, anak-anak non-disabilitas dan anak-anak penyandang disabilitas memiliki kesempatan untuk saling berinteraksi, berbagi kebahagiaan sekaligus merayakan hari kemerdekaan.

“Disana kami bersama anak-anak berbagi keseruan seperti bernyanyi, bermain, mendengarkan dongeng, tentunya dengan ditemani es krim Wall’s yang semakin mencairkan suasana,’ katanya.

Ia menambahkan, sepanjang Agustus 2019, Wall’s juga berbagi kebahagiaan kepada anak-anak dengan menghadirkan 74 ribu es krim di 124 kota yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

“Selain Bandung, acara ini juga diadakan di Jakarta, Bandung, Solo, Semarang dan pada bulan Oktober 2019 di Surabaya,” ungkap Arya.

Sementara itu, Farida Ratna Djuita, S.H. M.Hum. selaku Ketua Yayasan Pembinaan Anak Cacat Nasional menyambut baik tujuan dari acara ini.

Menurutnya, sebagai anggota masyarakat yang kurang beruntung, penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan akses/fasilitas umum, pendidikan, hak untuk bekerja, dan lain-lain. Padahal meskipun memiliki keterbatasan, mereka punya hak, semangat dan cita-cita yang sama seperti kita untuk mencapai kebahagiaan.

“Pada dasarnya mereka menginginkan kenyamanan, kemudahan dan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi di tengah kehidupan masyarakat sehingga dapat hidup mandiri sesuai batas kemampuan mereka. Pemahaman tentang kesetaraan terhadap penyandang disabilitas ini harus ditanamkan sejak dini pada anak-anak, agar mereka dapat tumbuh menjadi individu yang saling berempati,” tutur Farida. @Rudi