Pembangunan Gedung Seruni Kelas III RSUD Jombang, Dikerjakan Asal-asalan

Proyek pembangunan gedung rawat inap klas III Paviliun Seruni yang terletak di dalam RSUD Jombang

JOMBANG,KANALINDONESIA.COM: Proyek pembangunan gedung rawat inap kelas III Paviliun Seruni RSUD Jombang, Jawa Timur senilai Rp 3 miliar, dikerjakan secara asal-asalan.

Bagaimana tidak, proyek gedung lantai 3 itu, dikerjakan tanpa menggunakan tiang pancang. Selain untuk proses pekerjaan pengecoran struktur pondasi gedung yang direncanakan lantai 3 hanya mengandalkan mesin molen.

”Jadi terkait itu sudah kami konsultasikan dengan pengawas perencana. Secara  strukur menurut dia nggak apa-apa pakai molen, tapi ada bagian yang dikuati. Saya tidak faham apa yang dikuati,” ujar Pejabat pembuat Komitmen RSUD Jombang, Heri Susilo, Minggu (25/8/2019).

Lebih lanjut Heri berdalih, bahwa secara teknis, pada pemasangan pondasi pengganti tiang pancang, sengaja tidak menggunakan alat berat.

”Jadi itu untuk bangun pondasi, kayak ada yang dikeruk kayak sumur-an begitu, pakai bis beton. Ada beberapa bis beton yang dimasukkan seperti itu, istilahnya saya juga kurang faham,” katanya.

Saat disinggung alasan tidak menggunakan material tiang pancang ataupun readymix dalam kegiatan pembangunan gedung lantai 3 tersebut, Heri beralasan bahwa kekuatan gedung tidaklah begitu penting, mengingat kondisi kontur tanah di wilayah kecamatan Jombang, masih baik dan tidak mengkhawatirkan. ”Memang rencana gedung lantai 3, tapi volumenya kecil,” tegasnya.

Namun, imbuh Heri, keberadaan lokasi titik proyek yang berada di dalam himpitan bangunan gedung lama RSUD Jombang, adalah factor utama struktur pondasi gedung lantai 3 itu tidak menggunakan alat pemancang.

”Kondisi  lingkungn tidak mendukung, alat berat tidak bisa masuk, sehingga tidak mungkin pakai alat berat, sehingga dirancang tidak menggunakan alat berat tapi tetap kuat,” bebernya.

Ketika ditanya terkait papan informasi proyek dan tidak dilengkapinya alat keselamatan pekerja oleh pelaksana proyek, Heri mengatakan bahwa, pihaknya sudah menindaklanjuti, pada rekanan.

”Sudah kami tegur, mulai dari papan informasi proyek agar diperbaiki, perlengkapan K3 juga, termasuk kita minta reschedule,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya. Proyek pembangunan gedung rawat inap klas III Paviliun Seruni yang terletak di dalam RSUD Jombang, Jawa Timur, tidak memiliki identitas proyek yang jelas.

Bahkan, dari baner yang terpampang, terkesan identitas proyek tersebut sengaja disembunyikan dari public. Selain itu lokasi kegiatan proyek berada di tengah-tengah bangunan megah RSUD Jombang.

Dari pantauan dilokasi, dalam papan proyek tidak tertulis jelas besaran anggaran dan sumber pembiayaan pembangunan gedung tersebut. Papan proyek juga tidak dilengkapi dengan tanggal kontrak dan tanggal awal mula pengerjaan proyek. Namun, hanya disebutkan masa pengerjaan selama 170 hari kalender.

Berdasarkan data LPSE Kabupaten Jombang, diketahui bahwa pagu anggaran untuk proyek tersebut mencapai Rp 3,1 milyar. Anggaran berasal dari RSUD Jombang. Dan kontrak dimulai sejak tanggal 12 Juli.

Dan dalam lelang, diketahui penawar pekerjaan itu, hanya dilakukan oleh satu rekanan, yakni PT. Jaya Semanggi Enjiniring asal Surabaya. Sebagai pemenang, rekanan asal Surabaya itu mengerjakan proyek dengan anggaran senilai 3 milyar.

Kini, hampir satu bulan lebih pekerjaan berjalan. Progres pekerjaan hanya sampai, tahap pembesian. Perlu diketahui, dilokasi proyek hanya ada 5 orang pekerja yang tampak melakukan aktifitas. Tanpa dilengkapi peralatan K3.(elo)