Kemenkes Luncurkan SIAP Kemenkes dan Bimtek SP4N -LAPOR!

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM — Kementerian Kesehatan RI meluncurkan aplikasi sistem.SIAP.Kemenkes dan Bimtek SP4N-LAPOR!

Aplikasi ini hasil kerjasama Kemenkes dengan Bandung Trust Advisory Group (B_Trust) yang didukung USAID CEGAH dalam program bertajuk Penerapan Sistem SP4N LAPOR! dan Pembentukan Unit Pengelolaan Pengaduan (UPP) pada 33 Pilot di K/L/D/I di Indonesia.

Acara ini dibuka oleh Kepala Biro Komunikasi & Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI dr.Widyawati, MKM, bertempat di Hotel Wyndham, Jakarta.

Dalam sambutannya, dr. Widyawati mengatakan SIAP Kemenkes dan penerapan sistem aplikasi SP4N-LAPOR! ini merupakan hasil kerjasama antara Kementerian Kesehatan RI dengan Bandung Trust Advisory Group (B_Trust) yang didukung USAID CEGAH dalam program yang bertajuk Penerapan Sistem SP4N LAPOR! dan Pembentukan Unit Pengelolaan Pengaduan (UPP) pada 33 Pilot di K/L/D/I di Indonesia.

“Aplikasi ini secara sistem terhubung secara nasional dan merupakan program yang dilaksanakan oleh B_Trust bersama USAID CEGAH bekerjasama dengan Kementerian PAN&RB, Kantor Staf Presiden (KSP) dan Ombudsman Republik Indonesia,” ujar dr. Widyawati.

Acara ini juga dihadiri Rosikin, S.I., M.M selaku Kepala Subbidang Pelaksanaan dan Monitoring Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional Kemen PAN-RB dan Dadan Suparjo Suharmawijaya, S.IP., M.IP selaku anggota Ombudsman RI serta seluruh Perwakilan Unit Kerja di Lingkungan Kementerian Kesehatan, Bandung Trust Advisory Group (Btrust).

Ia menjelaskan, pengelolaan Pengaduan melalui SP4N LAPOR! merupakan implementasi dari Peraturan Presiden nomor 76 tahun 2013 tentang Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik dan Surat Edaran Menteri Pendayahgunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 4 Tahun 2016 Tentang Pengintegrasian SP4N-LAPOR bagi K/L/D/I, Bandung Trust Advisory Group (B_Trust) yang saat ini tengah melaksanakan Program Penguatan Penerapan SP4N LAPOR pada 33 pilot salah satunya di ementerian Kesehatan.

“Program tersebut telah dilaksanakan sejak bulan Desember 2017, terdiri dari dua kegiatan utama, yaitu Penguatan Kapasitas Pengelolaan Pengaduan elalui system aplikasi SP4N-LAPOR dan Peningkatan Kapasitas Unit Pengelolaan Pengaduan (UPP) pada Kementerian Kesehatan,” ungkap dr. Widyawati.

Ia juga memaparkan beberapa hal yang dihasilkan melalui kerjasama ini, antara lain mengembangkan Saluran Informasi, Aspirasi dan Pengaduan (SIAP) Kemenkes RI dengan disahkannya SK Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Nomor HK.02.03/3/1558/2019 tentang Pengelolaan Saluran Informasi, Aspirasi dan Pengaduan (SIAP) Kementerian Kesehatan.

Suasana peluncuran Saluran Informasi Aspirasi Pengaduan & Bimtek SP4N-LAPOR! Kemenkes RI.

Kemudian, Bimbingan Teknis bagi Pengelola SP4N-LAPOR versi 2.0 pada tanggal 27 November 2018 yang diihadiri oleh Pengelola LAPOR! Kemenpan RB dan peserta yang terdiri dari petugas admin (Admin Koordinator dan pejabat penghubung).

“Hasil lainnya berupa Bimbingan Teknis bagi pengelola SIAP Kemenkes pada tanggal 12 Maret 2019 yang dihadiri
oleh Kassubag Pengaduan Biro Komunikasi & Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI dan peserta yang berasal dari pengelola SIAP Kemenkes RI,” jelas dr. Widyawati.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Pengaduan Masyarakat Kementerian
Kesehatan RI, Prawito menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menjadikan setiap pengaduan masyarakat sebagai umpan balik bagi perbaikan pelayanan publik.

“Sarana pengaduan saat ini sudah terbuka luas kepada masyarakat, Kementerian Kesehatan sudah sejak lama telah meluncurkan SIAP Kemenkes dan salah satu kanalnya adalah melalui HALLO Kemenkes 1500567,” kata Prawoto.

Ia.menambahkan, pihakny juga berkomitmen mengimplementasikan system aplikasi SP4N-LAPOR! yang merupakan fasilitas khusus yang disediakan oleh Pemerintah Pusat (KemenpanRB, KSP, Ombudsman dan terhubung secara nasional dengan K/L/D/I di Indonesia.

Masyarakat dapat mengakses LAPOR melalui SMS ke nomor 1708 dan website www.lapor.go.id dipastikan akan ditindaklanjuti.

“Bagi kami, seluruh aspirasi masyarakat merupakan hal yang sangat penting guna melakukan introspeksi, perbaikan pelayanan publik, pembuatan kebijakan
dan perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran,” ucap Prawoto.

Ditambahkan pula oleh Muhammad Rizal selaku fasilitator B_trust bahwa pada tahun 2017 kerjasama ini mengembangkan sistem penanganan pengaduan masyarakat di Kementerian Kesehatan.

“Program ini sebagai wujud komitmen kami bersama USAID CEGAH serta
Kementerian Kesehatan untuk mendorong dan meningkatkan partisipasi masyarakat melalui penanganan pengaduan sehingga berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan publik,” tutur M. Rizal. @Rudi