Tepat 10 Suro Pusaka Presiden Soekarno Dimandikan.

Inilah kisah dibalik Pusaka Kiai Gadakan Presiden Soekarno

Jogetan dan tangisan mengiringi Penyerahan keris dan tombak Kiai pada ‘Raja’ Soekarno

Jogetan, tangisan hingga sujud syukur orang kepala Desa di Grobokan Purwodadi Jawa Tengah saat menyerahkan pusaka Kyai Gadakan pada Presiden Soekarno. Dia berjoget-joget kegirangan sambil menganis haru. Presiden Soekarno bersama rombongan pun terkejut bukan kepalang. Apa maksudnya?

Suatu ketika sekitar tahun 1946 bung Karno bersama rombongan mengadakan kunjungan peninjauan kegiatan belajar mengajar buta huruf sebuah desa di Kabupaten Grobokan Purwodadi Jawa Tengah. RM Sajid Soemodiharjo selaku kepala rumah tangga istana waktu turut mendampingi Presdisen.

Sesaat sesampainya di lokasi baca tulis tiba-tiba Presiden Soekarno ingin pergi ke kamar kecil.

“Pak aku kebelet pipis ora iso ditahan iki, kata Bung Karno sebagaimana dituturkan oleh RM. Sajid,” kata Kushartono Ketuan Harian Persada Sukarno.

Kemudian RM Sajid Soemodiharjo segera memanggil ajudan dengan terburu-buru ajudan itu membawa Bung Karno pada sebuah rumah yang tak jauh dari balaidesa dimana bung Karno meninjau kegiatan baca tulis itu.

Betapa terkejutnya Bung Karno begitu masuk rumah itu pemilik rumah langsung berjoget joget kegirangan sambil bersujud sujud dan menangis.

“Termasuk Eyang kami yang waktu itu mendampingi kata Bung Karno ikut terheran-heran,” tambah Kushartono.

Kemudian si pemilik rumah menyampaikan bahwa sudah bertahun-tahun, turun-temurun dari generasi ke generasi keluarganya memengat amanat leluhur bahwa jika suatu saat ada seorang raja masuk dalam rumah ini, maka keris dan tombak kiai Gadakan supaya diserahkan.

Namun udah bertahun-tahun, turun temurun ditunggu wasiat ini tidak kunjung terbukti. Hampir keluarga itu berputus asa, tidak percaya lagi pada wasiat itu.

“Sebab jika dipikir ya memang benar, mana mungkin ada raja masuk kerumahnya. Begitu Eyang kami bercerita,” ujar Kus.

Nyatannya wasiat leluhur tidak pernah berbohong ahirnya terbukti benar-benar seorang ‘Raja’ masuk dalam rumahnya. ‘Raja’ itu itu tak lain adalah Paduka Presiden Soekarno.

Otomatis betapa girang dan senangnya si Kepala Desa tersebut. Senang, takjub, kaget berbaur menjadi satu. Dia yakin tidak salah sasaran, segera keris Kiai Gadakan itu pun langsung diserahkan kepada Presiden Soekarno dengan joget dan kegirangan dan cucuran air mata.

Tepat pada tanggal 10 Suro ini Pusaka Kiai Gadakan Presiden Soekarno dimandikan. Semoga Alloh Senantiasa Memberkati dan Merahmati