Pengerjaan Gedung Gizi dan Farmasi RSUD Ploso Minus, TP4D Minta Rekanan Kerjakan Sesuai RAB

Kondisi pembangunan gedung Gizi milik RSUD Ploso

JOMBANG,KANALINDONESIA.COM :Pengerjaan proyek pembangunan gedung nstalasi farmasi dan gizi RSUD Ploso, Jombang Jawa Timur alami minus.

Hal ini membuat Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan (TP4D), dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang, meminta pada rekanan untuk mengerjakan proyek tersebut sesuai dengan ketentuan.

”Ya betul kami Jumat (6/9) kemarin meninjau lokasi pekerjaan,” ujar Harry Rachmat, Kasi Intelijen Kejari Jombang, Senin (9/9/2019).

Masih menurut keterangan Harry, progress pekerjaan proyek gedung dari anggaran dana alokasi khusus (DAK) senilai Rp 2,7 miliar diketahui minus, karena adanya sedikit permasalahan.

”Kemarin kita temukan, dua proyek yakni gedung instalasi farmasi dan gizi ada keterlambatan pengerjaan. Kemungkinan kemarin itu fokus pada gedung rawat inap, sehingga ada minus,” terangnya.

Lebih lanjut Harry mengatakan bahwa, prosentasi keterlambatan masih dalam kategori aman. ”Keterlambatannya tidak banyak, masih bisa dikejar,” katanya.

Meski tergolong aman, Harry tetap meminta rekanan agar dapat menuntaskan pekerjaan tepat waktu. ”Tentunya dengan tetap memperhatikan kualitas, jangan sampai melenceng dari RAB,” bebernya.

Perlu diketahui, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang sudah pernah mendatangi lokasi proyek. Dikarenakan, ada kendala molornya pengerjaan gedung rawat inap lantai 2 senilai Rp 9,4 miliar akibat persoalan teknis pada tahap pemasangan tiang pancang.

Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) RSUD Ploso, Heru Purwanto, membenarkan bahwa ada minus dalam pelaksanaan pembangunan gedung instalasi gizi dan farmasi. ”Ya memang progress pekerjaan gedung Farmasi dan Gizi minus,” ungkap Heru.

Kendati demikian, lanjut Heru, laporan sementara dari pihak konsultan pengawas yang dirinya terima minus pekerjaan tidak banyak, dan masih dalam kategori aman. ”Kurang lebih hanya 4 sampai 5 persen, itu masih dimaklumi,” tegasnya.

Saat disinggung minus pekerjaan tersebut, pada tahapan apa, Heru mengatakan keterlambatan progres pekerjaan dari kegiatan pengecoran. ”Pada saat proses pengecoran saling menunggu, agar pengecoran bisa dilakukan secara bersamaan,” paparnya.

Untuk saat ini, imbuh Heru, progres pekerjaan kedua gedung tersebut sudah mencapai 40 persen. Pekerjaan tinggal melakukan pengecoran di bagian dek. Dan rencananya pekerjaan segera dilakukan dalam minggu ini. ”Besok bisa sudah dilakukan pengecoran,” ungkapnya.

Namun, Heru tetap optimis bahwa pekerjaan kedua gedung tersebut bisa selesai tepat waktu, meski saat ini progress pekerjaan minus. ”Kan minus juga cuma sedikit masih bisa mengejar ketertinggalan dan selesai tepat waktu,” pungkasnya.

Dari data yang dihimpun, proyek pembangunan gedung tersebut bersumber dana dari DAK. Untuk proyek gedung instalasi gizi seluas 180 m2 dengan anggaran Rp 1,3 miliar dikerjakan 150 hari masa kerja dan gedung instalasi farmasi seluas 216 m2 dengan anggaran Rp 1,4 miliar dikerjakan 150 hari masa kerja dari masa kontrak 4 juli lalu.(elo)