Tak Hiraukan Keselamatan Kerja, Pekerja Proyek RSUD Ploso Alami Kecelakaan Kerja

Salah satu pekerja proyek yang alami luka pada bagian kepala, akibat kejatuhan besi saat melakukan pembangunan pada gedung instalasi gizi di RSUD Ploso

JOMBANG,KANALINDONESIA.COM :Tidak menghiraukan kesehatan dan keselamatan kerja (K3), salah satu tenaga kerja pada proyek pembangunan instalasi Gizi di RSUD Ploso Jombang, Jawa Timur alami luka serius pada bagian kepala.

Salah satu pekerja proyek yang dinaungi oleh PT Anggaza Widya Ridhamulia adalah Arda warga Kabupaten Trenggalek. Kini pekerja proyek tersebut harus dirawat di UGD karena luka dikepala setelah tertimpa besi pada bagian kepala.

Perlu diketahui bahwa, saat bekerja korban tidak menggunakan helm atau alat pengaman diri (APD), termasuk sepatu dan rompi kerja.

Menurut penjelasan Manager Proyek RSUD Ploso, Topan Dewa, pihaknya sudah mesiapkan APD lengkap dari mulai helm, sarung tangan, rompi maupun sepatu, namun hal itu tetap diabaikan oleh para pekerja proyek. “Sudah itu kita siapkan semuanya. Bahkan setiap pagi kami selalu mengingatkan untuk memakai APD,” ujar Topan, Selasa (10/9/2019).

Lebih lanjut Topan mengakui, hanya sedikit pekerja yang terkadang mematuhi dan lebih banyak pekerja yang bandel dan tidak mau mematuhi peraturan. ”Kami akan tetap ingatkan terus setiap pagi. Tapi dengan kejadian ini menjadi warning sendiri bagi para pekerja untuk lebih berhati-hati dalam bekerja,” ungkapnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) RSUD Ploso, Heru Purwanto mengungkapkan, terkait adanya kecelakaan kerja ini. Pihaknya akan memberikan teguran secara tertulis agar para pekerja bisa mematuhi peraturan untuk mementingkan K3.

Bahkan, ia mengaku sudah sering menegur rekanan, meski hanya secara lisan. ”Kemarin sudah saya peringatkan akan tetapi secara lisan. Karena ada kejadian ini kami akan peringatkan secara tertulis,” katanya.

Saat disinggung terkait, adakah anggaran untuk K3 untuk pekerja, Heru mengatakan bahwa untuk K3 ini sudah dianggarkan hanya saja dirinya tidak bisa menyebutkan berapa anggaran untuk K3. ”Untuk anggaran saya tidak hafal berapa, tapi APD sudah disiapkan. Biasanya K3 untuk asuransi tenaga kerja, termasuk untuk APD,” tukas Heru.

Perlu diketahui bahwa berdasarkan Undang-undang nomor 1 tahun 1970  tentang jaminan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada dasarnya, setiap pekerja di Indonesia berhak atas jaminan K3 tersebut.

Dan sesuai dengan pasal 12 UU No.1 tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja , dan hak tenaga kerja sebagai berikut:

  1. Berikan tanggapan yang benar-benar diperlukan oleh pejabat pengawas atau ahli keselamatan kerja
  2. Memakai alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan
  3. Memenuhi dan mentaati semua persyaratan keselamatan dan kesehatan yang diperlukan
  4. Meminta pada Pengurus agas dilakukan semua persyaratan keselamatan dan kesehatan yang diwajibkan
  5. Menyerahkan tugas kerja di mana persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja serta alat perlindungan diri yang diminta olehnya dalam hal-hal khusus ditentukan lain oleh pegawai pengawas dalam batas-batas yang masih dapat dipertanggung jawabkan.

Dan apa saja tugas pengurus atau pengawas dalam hal keselamatan dan kesehatan kerja?

Pengurus atau Pengawas merupakan orang yang memiliki tugas langsung sebagai tempat kerja atau bagiannya yang berdiri sendiri. Berdasarkan pasal 8, 9, 11 dan 14 Undang-Undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pengurus bertanggung jawab untuk:

  1. Memeriksakan kesehatan badan, kondisi mental dan kemampuan fisik dari tenaga kerja yang akan diterima juga akan dipindahkan sesuai dengan sifat – sifat pekerjaan yang diberikan mendesak.
  2. Memeriksa semua tenaga kerja yang ada di bawah pimpinannya, disetujui oleh Dokter yang ditunjuk oleh Pengusaha dan dibenarkan oleh Direktur.