Satu Korban Selamat Lakalantas MPV vs Mira di Nganjuk, Diamankan Satnarkoba Polres Ponorogo

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Satu-satunya korban selamat dalam Kecelakan MPV vs Bus Mira di Nganjuk, Senin (09/09/2019) lalu yaitu TH(22) warga Kelurahan Tambakbayan, Kecamatan Ponorogo, merupakan buron Satreskoba Polres Ponorogo.

TH menjadi buron selama satu minggu terakhir atas kasus kepemilikan pil double L.

Kasatreskoba Iptu Eko Murbiyanto menjelaskan TH menjadi buron usai adanya laporan masyarakat jika dia berperan sebagai pengedar.

“Selama satu minggu kami melakukan penyelidikan, di kosannya ada 150 butir pil double L terdiri dari 4 paket,” ucap Iptu Eko Murbiyanto.

Eko menambahkan saat mengetahui ada laporan laka lantas dimana TH menjadi salah satu korban dan selamat, pihaknya langsung mengambil tindakan mengamankanya.

“Tim Opsnal langsung ke Nganjuk untuk mengamankan si tersangka,” tuturnya.

Penangkapan tersangka bermula dari diamankanya BY di jalan baru Ponorogo, karena kedapatan menyimpan 1 bekas bungkus rokok berisi 1 bungkus plastik berisi 30 butir pil Doubel L di saku jaket yang dikenakannya dan 1 bekas bungkus rokok yang berisi 3 plastik klip yang masing-masing berisi 40 butir pil Doubel L di saku celana bagian depan sebelah kiri.

Dari pemeriksaan, BY mengaku jika pil doubel L tersebut didapat dengan cara beli ke TH, yang selanjutnya petugas melakukan pengembangan dan berhasil menangkap TH pada hari Senin(09/09/2019), sekitar pukul 17.00 WIB.

Tersangka yang merupakan residivis kasus narkoba baru merasakan udara bebas setelah 9 bulan menjalani masa hukuman, pada 17 Agustus 2019 lalu.

TH bebas karena mendapatkan remisi. Dinginya hotel prodeo sepertinya tidak membuatnya jera, terbukti belum ada satu bulan bebas, TH kembali mengedarkan pil double L.

“Hasil pemeriksaan tim medis dari kecelakaan, tersangka memang telah menggunakan pil double L alasannya untuk penenang,” imbuh dia.

Tersangka saat ini berada di Mapolres Ponorogo untuk menjalani pemeriksaan. Dari tersangka, polisi kembali mendapatkan barang bukti berupa 30 klip berisi double L.

“Tersangka kami jerat dengan pasal 196 UU Nomor 36 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman 10 tahun,” pungkas dia.