RS YARSI Adakan Medical Check Up Geriatri Bagi Veteran Indonesia

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM — Bangsa yang besar, tidak akan melupakan jasa para pahlawan. Ini yang dilakukan Rumah Sakit YARSI dengan mengadakan pemeriksaan kesehatan menyeluruh (medical check up) geriatri secara gratis bagi para pahlawan yang terkoordinasi dalam Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI).

Medical check up geriatri ini sebagai penghargaan RS YARSI terhadap para pahlawan dalam perjuangan bangsa Indonesia.

Laksamana Pertama (Purn) TNI-AL Adi Mulyo selaku Ketua LVRI Jakarta mengungkapkan apresiasi dan terima kasih kepada RS YARSI memiliki kepedulian memperhatikan kondisi kesehatan para veteran.

Ia menjelaskan, veteran Indonesia terdiri dari 3 golongan yaitu Veteran Pejuang yang berjuang sejak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 – NKRI 1949, kemudian Veteran Pembela Tanah Air yang berjuang di masa Dwikora, Trikora Irian Barat dan Timor Timur. Serta, Veteran Perdamaian yang berjuang dikirim PBB menciptakan perdamaian dunia.

“Yang ikut medical check up di RS YARSI ini dari Veteran Pembela Tanah Air berjumlah 9 orang. Mereka ini bertempur melawan tentara asing yakni Belanda, Malaysia dan Timor Timur,” ujar Adi Mulyo usai melakukan check up di RS YARSI, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Foto bersama para veteran Indonesia usai melakukan medical check up geriatri di RS YARSI, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Menurutnya, Veteran Indonesia memerlukan perhatian dan empati di segala bidang, termasuk bidang kesehatan sebagaimana yang dilakukan RS YARSI.

“LVRI secara Undang-Undang ada, tapi anggarannya minim bahkan gak ada. Jangankan untuk medical check up kesehatan, untuk kegiatan organisasi saja jarang,” ungkap sedih purnawirawan berbintang satu jendral Angkatan Laut.

Mantan komandan kapal perang Wolter Monginsidi menjelaskan anggota LVRI Jakarta berjumlah 6000 orang yang tersebar di 12 cabang yaitu 5 wilayah kota DKI Jakarta, di Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, serta 4 secara khusus yakni Kopassus, Brimob, Paskhas dan Marinir.

“Saya mengucapkan terima kasih atas pelayanan kesehatan RS YARSI. Semoga kegiatan ini dilakukan oleh rumah sakit lainnya, terutama kepada anggota LVRI yang berada di daerah-daerah,” kata Adi Mulyo.

Sementara itu, Kepala Instalasi Occupational Health Center RS YARSI dr Edi Alpino MKK memaparkan masalah kesehatan yang dialami para veteran hampir sama pada kesehatan kelompok lanjut usia pada umumnya, seperti hipertensi, asam urat dan diabetes mellitus, osteoporosis dan rematik.

“Kami juga menemukan permasalahan metabolik, rata-rata kelebihan berat badan. Kegemukan pada veteran terjadi karena tidak lagi rutin menggerakkan otot-ototnya seperti masih aktif saat dinas di kesatuannya. Selain itu, asupan yang dimasukkan ke dalam tubuh tak sebanding dengan kalori yang dibakar,” jelas dr. Edi Alpino.

dr. Edi berharap dari pemeriksaan MCU geriatri ini, para veteran yang sudah lanjut usia kedepannya dapat melakukan aktivitas lebih baik dan optimal.

“Penting dilakukan pemeriksaan MCU geriatri bagi orang tua yang sudah memasuki usia lanjut atau di atas 60 tahun. Paling tidak dilakukan satu kali per tahun pada lansia,” tutur dr. Edi. @Rudi