Kementan Dinilai Serius Terapkan Modernisasi Pertanian

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM — Kementerian Pertanian (Kementan) dinilai memiliki keseriusan untuk menerapkan pemanfaatan kemajuan teknologi 4.0 pada tanggung jawab kinerjanya. Hal itu dikemukakan pengamat pertanian Universitas Brawijaya, Imam Santoso di Jakarta, Sabtu (14/9/2019).

Menurut Imam, kecanggihan teknologi saat ini memang sudah waktunya juga diberdayakan untuk modernisasi pertanian. “Penerapan teknologi pertanian oleh Kementan harus dimanfaatkan mulai dari proses hulu sampai hilir. Sehingga pertanian jadi modern dilakukan Kementan,” ujar Imam.

Kemudian Imam mengungkapkan, dengan pola modernisasi pertanian yang memanfaatkan teknologi oleh Kementan, akan mendukung optimalisasi produksi berbasis akurasi data.

“Sebab teknologi itu kan akan bisa mengukur sejauh mana hasil sesuai observasi, (komoditas) apa yang dibutuhkan dan cara bertani secara efektif,” kata Imam.

Beberapa waktu lalu, setelah mengunjungi Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Presiden Joko Widodo mengaku terkesan dengan banyak alat mesin pertanian yang telah menjangkau daerah tersebut. Mengutip laman situs resmi Sekretariat Kabinet, Presiden mengatakan dalam lima tahun ini, Kementerian Pertanian sudah membagi yang namanya traktor,  excavator, dan bulldozer untuk yang daerah-daerah yang memiliki lahan yang besar-besar.

Secara khusus Presiden juga menyampaikan perlunya sosialisasi untuk memodernisasi para petani, sehingga mereka tidak perlu lagi membakar hutan dan lahan untuk memulai membuka lahan.

“Saya kaget juga dalam satu kabupaten traktornya begitu banyaknya, excavator-nya begitu banyaknya, sehingga lahan besar bisa dikerjakan dengan mekanisasi peralatan-peralatan yang ada yang saya lihat itu bantuan dari Menteri Pertanian,” ungkap Presiden Joko Widodo.

Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Sarwo Edhy menuturkan, pihaknya konsisten mengimplementasikan modernisasi pertanian kurun waktu lima tahun terakhir.

Implementasi modernisasi pertanian tersebut, kata Sarwo Edhy, guna menunjang target produksi melalui tata cara tanam dan perhitungan hasil yang berbasis teknologi informasi.

“Distribusi alat mesin pertanian atau Alsintan gencar kami distribusikan sebab dianggap lebih efisien dalam waktu kerja hingga 80 persen dan hemat biaya mencapai 70 persen,” tutur Sarwo Edhy.  @Rudi