Proyek RSUD Ploso Rawan Molor, DPRD Minta TP4D Serius Awasi

Proyek pembangunan gedung di RSUD Ploso Jombang( foto: Elo_kanalindonesia.com)

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM : Banyaknya minus pada progres pelaksanaan pembangunan gedung baru di RSUD Ploso, Jombang Jawa Timur, membuat wakil rakyat yang ada di DPRD Jombang angkat bicara.

Wakil rakyat menganggap bahwa pekerjaan yang bersumber dari APBD, DAK dan DBHCT itu dikhawatirkan terlambat penyelesaiannya dari jadwal kontrak yang ditentukan.

Untuk itu Dewan meminta agar Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) terus mengawasi jalannya pekerjaan. ”Tentu ini harus terus dilakukan pengawalan oleh TP4D karena proyek ini terancam molor,” ujar anggota Komisi C DPRD Jombang, Miftahul Huda, Sabtu (5/10/2019).

Lebih lanjut Politisi dari fraksi PKB itu mengatakan dengan adanya keseriusan pengawasan TP4D, pihak pelaksana akan berhati-hati dan mengerjakan sesuai dengan kontrak yang ditentukan.

”Kalau tidak diawasi takutnya pekerjaan ini akan tidak selesai dengan waktu. Mengingat sudah beberapa kali pembangunan di RSUD Ploso mengalami progres pekerjaan yang minus,” ungkap Huda.

Selain itu, dirinya meminta agar pejabat pembuat komitmen (PPK) maupun Direktur RSUD Ploso agar tegas kepada pihak pelaksana.

Apabila pekerjaan sudah tidak sesuai dengan target atau spek yang berlaku. Mereka juga harus memberikan surat teguran.

“PPK maupun Direktur harus tegas. Sehingga pekerjaan juga dikerjakan dengan baik dan maksimal,” tegas Huda.

Dirinya juga mewanti-wanti agar pekerjaan terus dikebut agar bisa mengejar ketertinggalan. ”Paling tidak menambah jam pekerjaan atau pekerja, sehingga bisa terkejar,” ungkapnya.

Masih menurut Huda, dan apabila pekerjaan terus mengalami minus seperti ini, maka dirinya juga tidak yakin bisa selesai tepat waktu. Mengingat pekerjaan masih kurang 3 bulan lagi.

“Kalau terus minus apa bisa selesai tepat waktu,” terangnya.

Terlebih lagi, proyek ini berada di rumah sakit. Tentu adanya pembangunan ini mengganggu kenyamanan masyarakat saat berobat. Sehingga, apabila proyek ini terus molor maka pelayanan masyarakat ini juga akan terus terganggu. “Kan kasihan juga pasiennya atau masyarakat yang mau berobat,” bebernya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) RSUD Ploso kembali memberi surat teguran kepada pelaksana proyek. Ini menyusul progres pekerjaan proyek RSUD Ploso dengan anggaran Rp 14 miliar kembali molor.

”Hari ini kami melakukan rapat dengan pihak-pihak terkait bahkan dengan TP4D,” ujar Heru Purwanto, PPK RSUD Ploso.

Diakuinya memang dalam progres pekerjaan proyek masih ada yang minus khususnya di proyek gedung farmasi maupun gizi. Kendati demikian, pihaknya sudah memberikan surat teguran. “Kami sudah berikan surat teguran secara tertulis dua kali ini,” tukasnya.

Saat ditanya berapa minus progres pekerjaan di RSUD Ploso, Heru belum bisa memberikan keterangan pasti. Dikarenakan, hasil laporan dari pengawas dan pelaksana berbeda. (elo)