Warga Belanda Apresiasi Satu Rumah Satu Wastavel di Desa Mungli

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Adanya wastavel yang berada di depan tiap-tiap rumah warga Desa Mungli, Kecamatan Kalitenga, Lamongan sangat menarik perhatian tiga orang tenaga pengajar dari  Universitas dan Research Wageningen, Den Haag, Belanda, beberapa hari  yang lalu dalam rangka penelitian tentang dampak cuaca terhadap sistem pertanian di beberapa wilayah. Desa Mungli dijadikan sample dalam penelitian mereka karena di sana terdapat sistem pertanian yang kolaborasikan dengan perikanan.

Mereka yang datang langsung dari negeri Belanda tersebut sebelumnya mengadakan penelitian di wilayah Malang, Jawa Timur sebelum datang ke Desa Mungli. Tiga orang tenaga pengajar tersebut adalah Dr. Annemiek Pas Schrijver, Mariette MC. Campbell dan Elizabeth Freed. Mereka sepertinya sangat menikmati Desa Mungli apalagi saat melihat wastavel di depan rumah masing-masing warga tersebut.

“Sebetulnya tidak sengaja saya mengetahui adanya wastavel di depan rumah warga, saya mau cuci tangan tapi di rumah seberang jalan lagi juga ada wastavel yang sama. Saya perhatikan di satu jalan kampung ini ternyata banyak wastavel,” kata Annemiek.

Dia sering mengunjungi kampung-kampung atau desa dalam rangka penelitiannya tentang pertanian, akan tetapi baru kali ini melihat desa yang memiliki wastavel yang indah di depan masing-masing rumah warga. Kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun sangat penting, terutama sebelum makan dan setelah buang air besar. Akan tetapi, mencuci tangan saat akan memasuki rumah setelah kita dari berakatifitas di luar rumah biasanya jarang dilakukan. Namun, di Desa Mungli ini seperti membudaya dan masyarakat begitu terbiasa melakukannya.

“Dengan cuci tangan pakai sabun, bisa membunuh bakteri dan kuman yang menempel di tangan, sehingga akan terhindar dari penyakit seperti diare, infeksi saluran pernafasan, dan cacing,” terang Annemiek.

Dalam kesempatan yang sama, Sutrisno, salah satu warga Desa Mungli, Kecamatan Kalitengah mengatakan ini merupakan program gerakan satu rumah satu Wastafel yang dicanangkan oleh Pemerintah Desa Mungli. Maksud dari program tersebut mengajak masyarakat untuk membiasasan diri hidup sehat dengan mencuci tangan dan kaki, terutama saat masuk maupun keluar rumah.

“Ini adalah tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup dengan mengedepankan upaya promotif dan preventif, tanpa mengesampingkan upaya kuratif-rehabilitatif,” kata Sutrisno.

Sutrisno menuturkan, Desa Mungli mulai membangun wastavel di depan rumah warga sejak awal 2019 lalu. Selain rumah, kata Sutrisno, wastavel ini juga dibangun di sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, Balai Desa yang sumber pendanaannya berasal dari Dana Desa (DD).

Jurnalis : omdik

Kabiro  : ferry mosses