Bangunan Bermasalah, Komisi C Rencanakan Panggil Pihak Berwenang di RSUD Ploso

Pekerja di proyek gedung RSUD Ploso yang tidak gunakan K3 (Foto: Elo_kanalindonesia.com)
Pekerja di proyek gedung RSUD Ploso yang tidak gunakan K3 (Foto: Elo_kanalindonesia.com)

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Banyaknya persoalan pada pembangunan gedung baru di RSUD Ploso Jombang, Jawa Timur, wakil rakyat di gedung DPRD Jombang berencana panggil pihak-pihak terkait yang menangani pembangunan gedung tersebut.

Pemanggilan tersebut dilakukan oleh Komisi C DPRD Jombang. Bahkan pihak Komisi C, sudah menjadwal pemanggilan kepada pihak-pihak terkait proyek pembangunan gedung RSUD Ploso.

Menurut keterangan Ketua Komisi C DPRD Jombang, Khoirul Anam, pemanggilan ini menyusul progres pembangunan proyek yang menelan anggaran sebesar kurang lebih Rp 14 miliar itu terlihat amburadul.

”Setelah kami melakukan sidak (inspeksi mendadak) saya melihat pembangunan RSUD Ploso ambruladul,” ujar Choirul, Rabu (06/11/2019).

Lebih lanjut Choirul mengatakan bangunan gedung farmasi dan gizi yang masa kontraknya habis pada bulan ini, bisa dikatakan tidak bisa selesai dengan tepat waktu.

”Saya melihat progres pembangunan gedung farmasi maupun gizi minus dan nampaknya juga tidak selesai tepat waktu,” paparnya.

Masih menurut Khoirul, tidak hanya dua bangunan tersebut yang progres pekerjaannya minus. Bahkan gedung rawat inap VIP yang menelan anggaran Rp 9,4 miliar jauh dari progres pekerjaan.

”Yang jelas itu nanti molor pekerjaannya, melihat saat ini bangunan masih dalam kondisi seperti itu,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, lanjut Choirul, pada saat meninjau proyek tersebut, dirinya menemukan banyak cor-cor yang sudah retak bahkan ada yang patah. Ia, menduga pekerjaan juga dilakukan dengan asal-asalan, tanpa pengawasan. ”Itu tidak hanya retak bahkan ada yang patah, memang bangunan cukup parah,” tegasnya.

Mengetahui kondisi bangunan dari sidak tersebut. Pihaknya berencana akan melakukan pemanggilan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), pelaksana, pengawas maupun direktur RSUD Ploso sendiri.

”Untuk rekomnya saya belum bisa memastikan, itu nanti bisa diketahui setelah pihak-pihak terkait melakukan pemaparan saat hearing. Entah nanti akan dilakukan blacklist atau seperti apa,” pungkas Choirul.(elo)