Bisa Jadi, BPK Temukan Desa Fiktif di Jatim

SURABAYA KANALINDOENSIA.COM Adanya desa fiktif di Indonesia tengah hangat diperbincangkan. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati pun mengungkapkan saat ini banyak bermunculan desa-desa baru tak berpenduduk meminta alokasi dana desa. Temuan itu pun rupanya sudah diselidiki oleh pihak kepolisian.

Di Provinsi Jawa Timur tidak menutup kemungkinan juga muncul desa fiktif demi mendapatkan kucuran Dana Desa (DD). Sebagai jumlah desa paling banyak yang kini tercatat mencapai 5.674 dari data BPS Jatim per 8 Juli 2019.

Kepala Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Jawa Timur, Harry Purwaka mengatakan akan terus melakukan pemeriksaan kinerja terkait pembinaan dan pengawasan dana desa.

“Tahun lalu, kami melakukan pemeriksaan kinerja terkait pembinaan dan pengawasan dana desa yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah secara berkala,” katanya, Kamis (7/11/2019).

Bahkan, Harry mengungkapkan selama pemeriksaan tersebut ditemukan ada desa fiktif di Jatim. Ditanya lebih jauh, Mantan Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Riau ini enggan membeberkannya. “Iya ada temuan. Ada beberapa catatan yang kita minta dan rekomendasikan untuk diperbaiki oleh Pemda tersebut,” terangnya.

Pihaknya juga bakal menelusuri terkait penambahan desa tersebut sejak adanya dana desa digelontorkan. “Penambahan desa ini akan kami telusuri. Apakah memang ada penambahan jumlah desa sejak adanya dana desa apa tidak, yang jelas ada temuan di tahun lalu,” tambahnya.

Desa diberikan kewenangan dan sumber dana yang memadai agar dapat mengelola potensi yang dimiliki. Hal tersebut bertujuan agar perekonomian dan kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan. Oleh karena itu, Pemerintah Pusat menganggarkan Dana Desa yang cukup besar setiap tahunnya.

“Dengan adanya dana desa tersebut, kami berharap pemerintah daerah dan aparat desa dapat mengelola dana desa secara akuntabel dan transparan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” harapnya. Nang