Penyidik Tim Cobra Lumajang Panggil APLI Terkait Kasus Qnet

LUMAJANG, KANALINDONESIA.COM: Tim Cobra memanggil APLI untuk dimintai keterangannya sebagai saksi fakta terkait kasus maney game QNet

Pimpinan APLI harus hadir pada hari Jum’at (08/11/2019) di Polres Lumajang.

Pemanggilan APLI adalah untuk dimintai keterangan terkait proses verifikasi dalam meloloskan perusahaan Qnet (PT QN International Indonesia) sehingga dapat beroperasi sebagai perusahaan penjualan langsung  di Indonesia.

Selain itu, penyidik juga ingin mendalami pembinaan dan pengawasan yang dilakukan terhadap perusahaan Qnet. Karena diketahui, perusahaan ini sudah berjalan 21 tahun di Indonesia dan selalu berganti baju pada saat mendapat masalah. Mulai dari gold quest lalu bermasalah berubah menjadi Quest net dan bermasalah kembali, kemudian berubah baju menjadi Qnet.

Di negara lain seperti di India, Qnet juga ramai diperbincangkan sebagai perusahaan money game. Hal ini juga akan ditanyakan kepada APLI, apakah mengetahui persoalan ini apa tidak?!. Karena bisa saja verifikasi yang salah prosedur sehingga berimbas kepada korban masyarakat kecil.

Banyak masyarakat kecil terlilit hutang akibat doktrin UGD (Utang Gadeng Dol) yang selalu diajarkan oleh perusahaan Amoeba yang merupakan Mitra PT QN International Indonesia (pemilik brand QNet).

Penyidik sudah berulang kali menyampaikan pada APLI dimana banyaknya pelanggaran kode etik dan tindak pidana yang dilakukan perusahaan Qnet (PT QN International Indonesia).

APLI adalah asosiasi penjualan langsung di Indonesia yang bertugas melakukan verifikasi kepada perusahaan yang ingin melakukan perdagangan/ penjualan langsung.

Selain itu, APLI memiliki tanggung jawab melakukan pengawasan dan pembinaan kepada anggotanya supaya tidak disusupi perusahaan money games.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban mengungkapkan, “ penyidik memerlukan klarifikasi langsung dari APLI, mengapa dapat meloloskan perusahaan Qnet sedangkan banyak pelanggaran kode etik dan tindak pidana yang dilakukannya. Serta track record perusahaan Qnet yang juga bermasalah di luar negeri.  Di India ramai masyarakat berdemo ke perusahaan Qnet yang mereka anggap sebagai perusahaan scam atau money games.

“Terlalu banyak jejak pelanggaran yang ditinggalkan Qnet namun mengapa APLI tidak menciumnya sama sekali malah dapat beroperasi sebagai perusahaan penjualan langsung di Indonesia. Semua ini hanya pihak APLI yang dapat menjawabnya,” ungkap Arsal putra asli Makassar tepatnya dari kota kalosi di Kabupaten Enrekang.

Ditambahkan AKBP Arsal,“kami berharap pihak APLI mau datang memenuhi panggilan dengan tujuan untuk sama-sama memberangus kejahatan money games di Indonesia. Jangan lagi ada perusahaan serupa beroperasi di Indonesia, apalagi sampai berjalan 21 tahun di Indonesia. Yang pasti, siapapun yang terlibat dalam penipuan investasi ini, akan berhadapan dengan hukum. Hukum harus kita tegakkan bersama,” ujar Arsal Alumni S3 Universitas Padjajaran Bandung