Adanya Surat Sakti di Gugatan Pra Peradilan kepada Tim Cobra Polres Lumajang, Ada Apa…?!

LUMAJANG, KANALINDONEIA.COM: Walau gugatan pra peradilan sudah selesai dan dimenangkan oleh Tim Cobra Polres Lumajang, tapi ada hal yang masih diperbincangkan ramai oleh masyarakat Lumajang, yaitu adanya surat sakti yang diperlihatkan oleh Lawyer Direksi PT Amoeba Internasional yang dijadikan sebagai alat bukti.

Saat itu Ida Sri Sugiantari selaku pengacara dari PT Amoeba Internasional menyodorkan daftar bukti tertulis pemohon kepada hakim. Dari daftar bukti tertulis tersebut, pada kode bukti P.4 Ida Sri Sugiantari menyodorkan surat dari Mabes Polri dengan surat nomor B/04/IX/2019/Kor Sabhara, tanggal 10 September 2019, Kepala Korps Sabhara Baharkam POLRI, yang ditujukan kepada Waka Polda Jatim perihal agar perkara Qnet yang ditangani Polres Lumajang dilimpahkan untuk gelar perkara di Polda Jatim.

Dari data yang berhasil dihimpun, pejabat dari Mabes Polri yang dimaksud adalah Irjen Pol Bambang Giri yang merupakan Kepala Korps Sabhara Mabes Polri.

Hal inilah yang akhirnya memunculkan pertanyaan besar bagi yang mengikuti jalanya sidang, mengapa surat yang bersifat internal tersebut bisa bocor ke khalayak umum..? Apakah ada ‘permainan’ ataupun ‘main mata’ dibalik adanya surat sakti tersebut..?

Selain itu, juga timbul pertanyaan dari manakah Ida Sri Sugiantari yang notabene bukan anggota Polri mendapatkan surat yang bersifat internal Polri tersebut?

Seusai persidangan,Ida Sri Sugiantari yang dimintai konfirmasi tentang surat sakti tersebutpun berusaha mengelak dari awak media dan pergi tanpa meninggalkan sepatah kata.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban yang dikonfirmasi melalui sambungan telephon menyatakan,”kami sempat dipanggil untuk gelar perkara di depan Waka Polda terkait kasus ini. Hasil gelar perkara, Waka Polda Jatim saat itu dijabat Brigjen Toni Hermanto mendukung langkah penyidikan yang dilakukan Tim Cobra Polres Lumajang. Beliau berpesan agar kasus ini diungkap sampai akar-akarnya,”ucapnya.

Lebih lanjut ditmbahkanya,”gelar saat itu dihadiri juga oleh perwakilan dari Krimsus Polda dan Propam Polda. Petunjuk yang diberikan agar masing-masing membantu penyidikan yang dilakukan Tim Cobra Polres Lumajang. Sama sekali tidak memerintahkan untuk menarik berkas ke Polda, melainkan beliau meminta penyidikan tetap dipertahankan oleh Tim Cobra Polres Lumajang,” ungkap AKBP Arsal.

Sementara itu, Abdul Rokhim lawyer yang diberi kuasa oleh Polres Lumajang dalam perkara melawan Qnet mengungkapkan, “memang di dalam sidang, Ida Sri Sugiantari yang merupakan lawyer dari Karyadi menyampaikan tentang surat dari salah satu pejabat di Mabes Polri yang dijadikan sebagai bukti dipersidangan. Tapi walaupun ada surat tersebut, hakim tidak terpengaruh dan tetap menolak semua gugatan dari direksi pt Amoeba,” ungkap Rokhim.