Perahu Ketiga Menancap Vertikal, Evakuasi dihentikan

Ujung perahu ketiga yang menyembul ke permukaan air. foto: omdik_kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Rencana pengangkatan perahu baja peninggalan kolonial Belanda ketiga di Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng batal. Hanya dua perahu yang dipastikan sudah diangkat.

Satu perahu lagi tidak dimungkinkan diangkat karena banyak faktor. “Kita sudah komunikasikan dengan tim yang dilapangan. Perahu ketiga tidak mungkin diangkat sekarang karena kondisinya menancap ke dalam tanah secara vertikal,” ujar Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lamongan, Mifta Alamuddin.

Menurut dia, proses ekskavasi perahu kedua membutuhkan waktu yang lama. Selain kondisi perahu yang menancap ke tanah terlalu dalam, juga ada rembesan di bendungan buatan. Akibatnya, pengurasan memakan waktu yang lama. Proses ekskavasi baru tuntas dini hari.

Dia menambahkan, setelah dilakukan tinjauan oleh tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto serta Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, pengangkatan perahu ketiga belum sanggup dilakukan karena kondisi perahu menancap ke tanah secara vertikal. Jika dipaksa, maka akan membutuhkan waktu yang lama. “Mungkin mereka masih capek, dan akan dikoordinasikan lagi sebelum air Bengawan Solo semakin tinggi,” ujarnya.

Untuk perahu kedua, lanjut udin, dikirim ke dinas sejak kemarin sore. Kedua perahu bakal diletakkan di dinas sampai penelitian dari Balai Konservasi Borobudur selesai. Setelah itu, perahu akan dipindahkan ke museum atau waduk.

Staf Balai Konservasi Borobudur yang dikirim ke Lamongan, Sri Wahyuni, mengatakan proses konservasi sudah dilakukan sejak perahu tiba di dinas. Sisa lumpur yang menempel di badan perahu dibersihkan dan dikeringkan supaya organisme yang menempel bisa hilang. Setelah itu, membersihkan korosi yang ditemukan pada perahu dengan perasan jeruk nipis. Untuk membersihkan korosi, Yuni lebih memilih memanfaatkan bahan alami dibandingkan dengan kimia. Selain murah, cara tersebut bebas limbah dan lebih efektif.

“Proses konservasi itu membutuhkan waktu sekitar satu minggu, bias lebih,” jelasnya.

Jurnalis  : omdik

Kabiro    : ferry mosses