Komisaris PT GNS Ungkap Awal Mengetahui Dugaan Keterangan Pernikahan Palsu Henry Gunawan

KANALINDONESIA.COM, Surabaya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakoso menghadirkan Komisaris PT Graha Nandi Sampoerna (GNS) Heng Hok Soei alias Shindo Sumidomo alias Asoei sebagai saksi kasus dugaan pemalsuan keterangan pernikahan di akta otentik Bos PT Gala Bumi Perkasa (GBP) Henry J Gunawan dan istrinya, Iuneke Anggraini.

Menurut kesaksian Asoei, awal terungkapnya kasus dugaan pemalsuan keterangan pernikahan ke dalam 2 akta otentik yang dibuat di kantor Notaris Atika Ashiblie pada tahun 2010, terungkap 8 tahun kemudian atau sekitar tahun 2018.

Asoei menceritakan menerima laporan dari Direktur PT GNS, Iriyanto Abdoella. Saat itu Iriyanto menemukan data ketidakbenaran keterangan kedua terdakwa pada 2 akta yang dibuat, yakni akta nomor 15 tentang pengakuan hutang Henry sebesar Rp 17 miliar rupiah ke PT GNS dan akta nomor 16 tentang personal guarantee Henry dan Iuneke.

Dalam akte yang dibuat pada tahun 2010 itu Henry dan Iuneke mengaku sebagai suami istri. Padahal baru berstatus hukum yang sah sebagai suami istri pada tahun 2011.

Iriyanto menemukan kejanggalan itu saat menjadi saksi Nugraha Anugrah Sujatmika ketika sedang mengajukan permohonan eksekusi rumah atas hutang Henry kepada orang tua saksi Nugraha. Sayangnya Nugraha mendapat perlawanan dari terdakwa Iuneke Anggraini lantaran aset yang akan disita bukanlah aset Henry, melainkan sudah pisah harta.

Di dalam perlawanannya tersebut, Iuneke melampirkan data pernikahannya dengan Henry yang tercatat di Kantor Dispenduk Capil pada tahun 2011. Di situlah diketahui informasi status suami istri Henry dan Iuneke.

“Dari informasi itu kami akhirnya melakukan rapat dan keputusannya supaya dilaporkan, karena kami menderita kerugian material dan immaterial karena hal ini,” kata Asoei menjawab pertanyaan JPU Ali Prakoso saat persidangan di ruang Garuda 2, Kamis (14/11/2019).

Heng Hok Soei alias Asoei saat bersaksi di PN Surabaya, Kamis (14/11/2019).

Sementara saksi Etja Binti Abdul Malik alias Aisyah, staf di kantor Notaris Atika Ashiblie yang didengarkan sebelum Asoei bersaksi juga memperkuat hal itu.

Wanita berusia 70 tahunan ini membenarkan adanya pembuatan akta nomor 15 dan 16 antara Henry, Iuneke dan saksi Asoei yang telah ditandatangani bersama dengan disaksikan olehnya dan staf notaris Atika Ashiblie lainnya bernama Budi Utomo pada tahun 2010.

“Datang bersama sama, dibacakan di depan notaris dan ditandatangani,” terang Etja.

Saat ditanya terkait hubungan Henry dan Iuneke ketika membuat kedua akta tersebut, saksi Etja mengatakan adalah suami isteri.

“Setau saya suami istri, dokumen yang diserahkan saat mengajukan pembuatan akta baru KTP, Surat nikahnya akan disusulkan,” jelasnya.

Selain saksi Asoei dan Etja, JPU Ali Prakoso juga menghadirkan saksi Shakaya Putra Soemarno Sapoetra, Pendeta Vihara Buddhayana yang melaksanakan pemberkatan pernikahan Henry dan Iuneke secara agama Budha.

“Pernikahan secara agama Budha dilaksanakan tanggal 8 November 2011. Setelah mendapat piagam pengukuhan selanjutnya dilakukan pencatatan di catatan sipil,” jelasnya yang juga dibenarkan oleh terdakwa Henry dan Iuneke.

Saat ditanya JPU Ali Prakoso, kapan pernikahan Henry dan Iuneke dinyatakan sah menurut hukum, saksi
Shakaya mengatakan pernikahan saat setelah dicatatkan ke catatan sipil.

Terpisah, sepanjang kesaksian Asoei dan saksi Etja sempat terjadi ketegangan dan debat kusir dengan tim penasehat hukum kedua terdakwa yang menilai keterangan saksi Asoei dan Etja belum mampu untuk membuktikan dakwaan JPU.

“Di dalam dakwaan ini kan terdakwa didakwa menyuruh melakukan. Jadi menurut saya, keterangan saksi-saksi tadi belum mampu membuktikan kebenaran dakwaan jaksa,” ujar Hotma Sitompul selaku ketua tim penasehat hukum terdakwa Henry dan Iuneke saat dikonfirmasi usai persidangan.

Sementara, JPU Ali Prakoso menyakini tiga saksi yang dihadirkan hari ini telah memperkuat dakwaanya. Menurutnya, ketiga saksi tersebut memberikan keterangan yang saling berkaitan dengan tidak pidana yang dilakukan kedua terdakwa.

“Intinya sudah menguatkan dakwaan kami, keterangan saksi satu dengan yang lain saling menguatkan,” pungkasnya.[nov/man]