LPPOM MUI Jadi Rujukan Lembaga Standarisasi Halal Dunia

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM — Sebagai negara dengan penduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia, saat ini Indonesia melalui LPPOM MUI telah menjadi rujukan bagi berbagai lembaga standarisasi halal dunia.

Terbukti banyak lembaga sertifikasi halal dari berbagai negara selalu merujuk standarisasi halal pada Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

“Banyak lembaga standarisasi halal dari berbagai negara selalu menyesuaikan standarisasi halal dan belajar dari LPPOM MUI,” ujar Direktur LPPOM MUI, Dr Ir Lukmanul Hakim seusai Pemberian Penghargaan ke-8 Halal Award 2019 LPPOM MUI di Jakarta, Jum’at (15/11/2019).

Pemberian penghargaan Halal Award tersebut diberikan kepada berbagai perusahaan yg telah mengikuti standarisasi halal dari LPPOM MUI.

Maka tidaklah mengherankan jika Indonesia tahun ini kembali ditunjuk untuk menggelar Halal Expo (Indhex).

Berbeda dengan penyelenggaraan beberapa tahun sebelumnya, Indhex 2019 diselenggarakan berkat kerja sama Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) dengan Bank Indonesia (BI), tepatnya Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (DEKS-BI) yang menggelar program Indonesia Syaria Economic Festival (ISEF).

Pergelaran acara yang diselenggarakan pada 12 – 17 November 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta ini diharapkan dapat mempercepat pergerakan Indonesia menjadi center of excellence pengembangan ekonomi dan keuangan syariah serta produk halal di pasar global.

Dengan mengangkat tema Embracing Sharia Economic for Stronger and Sustainable Growth, Indhex-ISEF juga diharapkan mampu meningkatkan kerja sama yang lebih luas dengan lembaga internasional, dan menjadikan Indonesia sebagai pusat halal value chain dunia melalui penguatan outlet pasar global untuk produk-produk halal dunia. Tentunya, kegiatan ini menjadi ajang promosi terbesar produk syariah dan halal di Indonesia.

Gelaran ISEF yang diikuti 47 lembaga standarisasi halal dari 26 negara di dunia ini merupakan salah satu usaha LPPOM MUI dan BI yang diselenggarakan setiap tahun dalam rangka mengimplementasikan pilar ketiga dari blueprint pengembangan ekonomi dan keuangan syariah BI, yakni penguatan riset, asesmen, dan edukasi.

Sedangkan Indhex, yang sudah dilaksanakan LPPOM MUI selama lebih dari tujuh tahun, merupakan ajang pameran terbesar di Indonesia untuk produk-produk yang telah bersertifikat halal MUI.

Selain pameran produk halal, Indhex-ISEF juga akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, antara lain:

Annual General Meeting World Halal Food Council 2019, merupakan pelatihan berskala internasional bagi lembaga sertifikasi halal luar negeri.

Sementara itu Anugerah Halal Award 2019, merupakan ajang peghargaan dari LPPOM MUI kepada para pemangku kepentingan di bidang halal.

Sedangkan kehadiran berbagai produk halal merupakan kebutuhan bagi masyarakat, khususnya umat Islam. Oleh sebab itu LPPOM MUI terus memberikan penghargaan kepada perusahaan yang telah memiliki sertifikat halal.

“Indhex ini merupakan ajang peghargaan dari LPPOM MUI kepada para pemangku kepentingan di bidang halal,” ujar Lukmanul Hakim.

Dalam acara itu dihadiri perwakilan perusahaan yang mendapatkan penghargaan “Halal Awards 2019”, termasuk hadir para Pengurus MUI Pusat.

Lukmanul menjelaskan LPPOM MUI terus mendorong industri halal Indonesia, seperti yang disampaikan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, industri ini agar memiliki peran aktif dalam kesejahteraan Indonesia.

Kalau sebelumnya terdapat tiga kategori penerima Halal Award dari berbagai perusahaan yg telah bersertifikasi halal dari LPPOM MUI, kali ini ditambah dua kategori penerima Halal Award, yakni kategori Premium Halal Top Brand dan Peraih Halal Top Brand Terbanyak.

“Saat ini industri halal berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyatakat. Selain juga untuk memenuhi tuntutan agama dan juga kualitas produk,” tegas Lukmanul Hakim. @Rudi/A.Halim