BKSDA Jatim Melepasliarkan Elang Jawa dan Merak Hijau di Cagar Alam Gunung Picis dan Gunung Sigogor Ponorogo

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur melepasliarkan satu ekor elang jawa (Nisaetus bartelsi) jantan dan dua ekor  merak hijau (Pavo Muticus) jantan dan 4 ekor merak hijau di kawasan Cagar Alam Gunung Picis dan Gunung Sigogor, Kecamatan Ngebel,  Kabupaten Ponorogo, Jatim, Rabu(20/11/2019).

“Elang jawa atau Nisaetus bartelsi merupakan salah satu spesies prioritas yang terancam punah. Satwa tersebut telah melalui tahapan rehabilitasi dan habituasi sebelum dilepasliarkan ke habitatnya,” kata Humas BBKSDA Jawa Timur, Gatut Panggah Prasetyo.

Gatut menjelaskan, sebelum dilepaliarkan, hewan tersebut telah direhabilitasi dan habituasi sejak Juli 2019 oleh Yayasan Konservasi Elang Indonesia (YKEI) bersama BBKSDA Jawa Timur.

“Cagar Alam Gunung Sigogor dipilih sebagai lokasi pelepasliaran karena memang merupakan habitat alami elang jawa dan telah ditetapkan sebagai tempat pemantauan elang jawa sejak 2014 oleh BBKSDA Jawa Timur,” kata Gatut.

Data BBKSDA  menunjukkan populasi elang jawa di kawasan Cagar Alam Gunung Sigogor sampaibulan November 2019 tinggal tujuh ekor, meski jumlah itu lebih banyak dari kondisi tahun 2014, ketika hanya ada tiga ekor elang jawa.

Penambahan populasi ini menunjukkan bahwa pelepasliaran sebelumnya telah mengalami perkembangbiakan dan dapat dinyatakan berhasil.

Sedangkan burung merak hijau yang dilepasliarkan, dua di antaranya berasal dari penangkaran milik UD Tawang Arum milik Surat Wiyoto di Desa Tawang Rejo Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun.

“Selain itu ada tiga merak hijau dari Lembaga Konservasi Perusahaan Daerah Obyek Wisata Umbul milik Pemerintah Kabupaten Madiun dan satu lagi dari warga yang menyerahkan burung itu ke BBKSDA Jawa Timur,”terang Gatut.

Seluruh satwa yang dilepasliarkan telah diberi tanda, tagging pada tubuh untuk mempermudah mengidentifikasi jika satwa tersebut tertangkap dan mempermudah monitoring perkembangan.