Penemuan Mayat Takberidentitas Mengapung Telanjang Akhirnya Terungkap

Prosesi evakuasi Jenazah Mayat Takberidentitas yang dilakukan Petugas Tim INAFIS Polres Pamekasan yang di Komandani oleh Kasat Reskrim Polres Pamekasan, IPTU Andri Setya Putra bersama Kepala Unit 3 Reskrim Pamekasan dan Kapolsek Galis beserta anggotanya, dan Tim dari BPBD Kab. Pamekasan, Sekira Jam 20.00 Wib, Kamis malam (23/01/2020)
Prosesi evakuasi Jenazah Mayat Takberidentitas yang dilakukan Petugas Tim INAFIS Polres Pamekasan yang di Komandani oleh Kasat Reskrim Polres Pamekasan, IPTU Andri Setya Putra bersama Kepala Unit 3 Reskrim Pamekasan dan Kapolsek Galis beserta anggotanya, dan Tim dari BPBD Kab. Pamekasan, Sekira Jam 20.00 Wib, Kamis malam (23/01/2020).

PAMEKASAN,KANALINDONESIA.COM
Penemuan Mayat Takberidentitas Mengapung Telanjang di perairan tambak lahan PT. Garam, Desa Pandan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, oleh warga Kecamatan setempat beberapa hari yang lalu, akhirnya Terungkap. Identitas Mayat, diketahui berjenis kelamin perempuan berusia 46 tahun warga Desa Grujugen, Kecamatan Larangan, Pamekasan.

Terkuaknya identitas Mayat Mengapung Telanjang yang ditemukan warga di perairan tambak lahan PT. Garam, Desa Pandan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan beberapa hari lalu itu, berdasarkan hasil otopsi serta berdasarkan keterangan sumber informasi dari salah seorang warga yang mencurigai mayat tersebut adalah keluarganya. Informasi hal tersebut, juga dibenarkan oleh pihak Polres Pamekasan yang saat ini masih tengah melakukan penyelidikan penyebab kematian mayat tersebut.

Kasat Reskrim Polres Pamekasan, IPTU Andri Setya Putra, melalui Kasubag Humas Polres Pamekasan, AKP Nining Dyah, menyatakan, terkuaknya identitas mayat itu berdasar hasil otopsi serta kecocokan ciri-ciri visik yang dikenali seorang warga yang mengaku mayat tersebut adalah ibu kandungnya yang sebelumnya beberapa hari menghilang.

“Informasi itu benar, hal itu dikuatkan dari hasil identivikasi perbandingan sidik jari jazat yang dicocokkan dengan data KTP menggunakan alat Inafis Portabel Sistem, selain itu juga berdasarkan kecocokan ciri-ciri visik yang dikenali oleh seorang warga bernama Purani yang menyatakan mayat itu adalah ibunya,” kata AKP nining Dyah, Kasubag Humas Polres Pamekasan, kepada awak media saat dimintai keterangannya, sabtu pagi, (25/01/2020)

Secara terpisah, Purani, Warga Dusun Kobarung, Desa Grujugan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan saat dimintai keterangannya mengakui bahwa mayat tersebut adalah Ibu Kandungnya.

“Dari ciri-ciri visik jenazah yang saya kenali, memang betul itu jazat itu adalah ibu kandung saya bernama Tonya (68,thn) yang hilang sejak beberapa hari yang lalu, dan kami sebelumnya juga sudah melaporkannya kepihak Kepolisian Polsek Larangan,” Terang Purani, anak perempuan almarhum Tonya (Mayat wanita yang ditemukan mengapung di areal lahan PT. Garam Desa Pandan, Kec. Galis, Pamekasan, Kamis malam, (23/01/2020).

Jenazah berindentitas Tonya (68,thn) Warga Dusun Kobarung, Desa Grujugan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan yang
ditemukan warga dalam kondisi mengapung telungkup tak berbusana di areal lahan PT. Garam Desa Pandan, Kec. Galis, Pamekasan, Kamis malam, (23/01/2020) lalu itu, berdasarkan laporan kehilangan yang dikeluarkan oleh pihak Kepolisian pada tanggal 9 Januari 2020 lalu, atas ketidak beradaannya tersebut sebelumnya telah dilaporkan oleh pihak keluarganya.

Pasalnya dari data kronologis singkat pada laporan kehilangan itu, yang bersangkutan (Alm. Tonya) mengalami penyakit pikun karena faktor usia yang juga membuatnya sering keluar rumah tampa pamit dan tidak pulang kerumahnya hingga beberapa hari.

Sementara itu, pihak Kepolisian Mapolres Pamekasan dalam mendindaklanjuti kasus kematian korban yang ditemukan kurang wajar tersebut, kini terus melakukan pengembangan penyelidikan lebih lanjut untuk bisa mengunkapnya.*(Nang).