Pekerjaan Belum Rampung, Direktur PT Prima Kontruksi Harus BertanggungJawab

SERAM BAGIAN BARAT, KANALINDONESIA,COM: Rumah rusun milik Pemerintah Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat yang dibangun pada tahun 2018 oleh PT Prima Kontruksi sampai saat ini belum difungsikan. Hal ini diakibatkan ada beberapa pekerjaan yang belum terselesaikan dan masih menjadi tanggung jawab PT Prima Kontruksi.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kabupaten Seram Bagian Barat, Zul Soulissa saat dikonfirmasi media ini, disampaikannya selama ini rumah rusun belum difungsikan, karena ada beberapa item yang belum selesai dikerjakan oleh PT Prima Kontruksi dan pihak dinas sudah layangkan surat pemanggilan terhadap pihak direktur PT Prima Kontruksi tapi tidak direspon.

“Salah satunya yang belum dikerjakan dan sampai saat ini belum digunakan akibat tidak ada fasilitas seperti mesin pompa air, pemasangan listrik, aliran listrik pada ruang kamar rusun, penerangan lampu taman dan ada beberapa item pekerjaan lainnya, dan semua yang belum dikerjakan dan itu menjadi tanggung jawab PT Prima Kontruksi yang mana sebagai pihak ketiga yang mengerjakan proyek itu,” ungkap Soulissa.

Baca:  Gara-Gara Postingan di Facebook, Pejabat Desa Luhu Main Caci Maki

Dijelaskannya, beberapa waktu lalu sudah ada tim kejaksaan, tim pro Dinas Perumahan Provinsi Maluku sudah turun langsung ke lokasi untuk mengecek rumah rusun dan sekaligus membicarakan hal – hal yang belum diselesaikan, namun dari sisi realisasi belum ada sama sekali oleh PT Prima Kontruksi.

“Bupati sudah memerintahkan untuk segera lapor ke Forkopimda agar bisa melihat lebih rinci permasalahan ini dan segera melakukan tindak lanjut dari tahap pemanggilannya pihak direktur PT Prima Kontruksi. Selain pemanggilan terhadap PT dan pihak – pihak terkait, hal ini dilakukan agar kedepan nanti jika ada masalah kita sudah jelaskan,” jelas Soulissa.

Salah satu tokoh Huamual Kabupaten Seram Bagian Barat, Darto Albana saat diminta tanggapannya mengatakan,”saya meminta pemerintah daerah dalam hal ini Bupati SBB Moh Yasin Payapo, harus bersikap tegas atas permasalahan ini, apalagi sudah ada pemanggilan kepada pihak PT Prima Kontruksi dan jika tidak diselesaikan sisa pekerjaan yang ada maka Pemda SBB harus tempuh dengan jalur hukum. Dengan melaporkan pihak direktur PT Prima Kontruksi kepada pihak yang berwewenang,”ucapnya.

Baca:  Pererat Silahturahmi dan Kebersamaan, Polres SBB Gelar Olahraga Bersama

Dikatakan lebih lanjut,” ini sudah merupakan satu temuan, dan harus segera disikapi oleh pihak – pihak terkait dalam hal ini Kejaksaan Negeri untuk segera melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap direktur PT Prima Kontruksi atas pekerjaan yang belum diselesaikan itu, dan ini untuk Kase Bae SBB,”cetusnya ( fitrah)