Terima Rujukan Pasien dengan Gejala Mirip Terpapar Corona, Ini Penjelasan RSUD dr Iskak Tulungagung

TULUNGAGUNG, KANALINDONESIA.COM: Publik Tulungagung mendadak gempar dengan beredarnya screenshot diberbagai media sosial yang menunjukkan percakapan ada salah satu pasien di RSUD dr Iskak terinfeksi Virus Corona, Sabtu(08/02/2020).

Terlebih, dalam screenshot tersebut juga menyertakan foto pasien, foto perawat yang memakai pakaian ekstra, dan riwayat kesehatan pasien hingga cerita singkat sepulangnya dari Korea Selatan.

Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUD dr Iskak Supriyanto mengatakan, pihaknya membenarkan bahwa saat ini ada satu pasien rujukan dari salah satu rumah sakit di Kediri yang terpantau Virus Corona. Artinya, pasien ini masih dalam pemantauan apakah ia benar-benar terinfeksi Virus Corona atau karena ada penyakit lain.

“Pasien ini mengeluh tenggorokan nyeri saat menelan, suhu tubuhnya panas, dan ia baru saja pulang dari Korea Selatan yang terpapar Virus Corona,” katanya.

Supriyanto melanjutkan, karena didunia medis harus memprediksi sesuatu secara “berlebihan” dengan harapan agar tidak kecolongan, maka pasien tersebut diperlakukan sebagai seseorang yang terpapar Virus Corona. Meskipun, saat ini petugas masih melakukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan si pasien positif atau negatif.

“SOP nya memang seperti itu, dan kita harus tetap waspada,” tegasnya.

Namun demikian lanjut Supriyanto, apapun hasil dari pemeriksaan medis nanti warga tidak perlu panik. Sebab, saat ini di RSUD dr Iskak sudah memiliki ruangan dan penanganan khusus bagi penyakit menular seperti Corona ini.

“Jadi jangan takut melihat petugas kami yang berpakaian layaknya astronot,” tambahnya.

Supriyanto menambahkan, dalam kesempatan tersebut pihaknya memberikan tips kepada masyarakat agar tidak terpapar Virus Corona maupun penyakit menular lainnya. Diantaranya, seseorang harus menjaga hidup yang sehat. Artinya, setiap masuk rumah atau mau makan cucilah kedua tangan menggunakan sabun atau antiseptik terlebih dahulu. Selain itu, jika tangan dalam keadaan kotor, jangan membiasakan diri memegang area wajah.

“Jika batuk jangan dibiasakan terbuka, tutupilah dengan sikuu yang didekatkan hidung/mulut,” terangnya.

Sementara itu, menurut keterangan dari dokter spesialis paru-paru di RSUD dr Iskak Muhammad Arfi mengungkapkan, pasien tersebut saat ini masih dalam pengawasan intensif dan dirawat di ruang isolasi. Awalnya, pasien memang mengeluh sakit tenggorokan untuk menelan dan badannya panas. Namun hingga kini, panasnya juga sudah 37 derajat dan kondisinya berangsur-angsur membaik.

“Saat ini panasnya sudah hilang, batuk juga sudah hilang, hasil lab normal, dan hasil foto rontgen tidak ada pnemunia,” terangnya.

Kendati demikian, status pasien masih dalam pemantaan. Pasien juga tetap dirawat di ruang isolasi sebelum hasil lab dari Kemenkes terkait positif/negatif Virus Corona keluar.

“Kita tunggu hasil lab ini, jika negatif ya kita pulangkan,” ujarnya.

Disinggung apakah pasien ini memungkinkan mengidap penyakit lain selain Virus Corona, Arfi mengungkapkan bahwa dari hasil diagnosanya diduga pasien terkena radang tenggorokan. Namun melihat riwayat pasien yang baru saja pulang dari negara yang terpapar Virus Corona, maka pihaknya memilih untuk menunggu hasil lab.

“Kita harus tetap waspada juga,” tukasnya.

Berdasarkan informasi yang diterima pewarta, pasien ini berinisial YM 52 tahun berjenis kelamin perempuan warga Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri. Awalnya ia dirawat di salah satu rumah sakit di Kediri. Karena kondisinya tak kunjung membaik, akhirnya ia dirujuk ke RSUD dr Iskak.

YM sempat dicurigai terinfeksi Virus Corona karena suhu tubuhnya mencapai 39 hingga 40 derajat, sakit tenggorokan, dan baru pulang dari menengok cucunya yang tinggal di Korea Selatan.

Saat pewarta menyapanya dengan cara mengetuk dinding kaca di ruang isolasi, pasien dan perawat yang memakai Alat Pelindung Diri (APD) memberikan respon yang cukup baik.