Kepatuhan Penumpang KA, Membantu Memutus Penyebaran COVID-19

Foto: Dok KAI Daop 7 Madiun

MADIUN, KANALINDONESIA.COM: PT. KAI Daop 7 Madiun berupaya memutus rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), dengan cara sosialisasi pengenalan dan pencegahan kepada pekerja serta pelanggan, pemberian masker, pemasangan fasilitas handsanitizer, penyemprotan disinfektan dan pengukuran suhu badan saat masuk boarding.

Manager Humas Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko menuturkan, rangkaian kegiatan yang telah dan terus dilakukan adalah sebagai wujud untuk melaksanakan prosedur tetap (Protap) yang diberikan oleh pemerintah kepada PT KAI (Persero) khususnya Daop 7 Madiun,” kami juga telah menerapkan aturan social distancing atau pemberian tanda pada fasilitas-fasilitas stasiun seperti loket, boarding, tempat duduk diruang tunggu, termasuk tempat duduk di atas KA yang diatur oleh kondektur,”tuturnya.

Baca:  Bawa Sabu Seberat 1,67 Grm, Dua Pemuda Desa Nyalabuh Ditangkap Satresnarkoba Pamekasan

Ixfan menambahkan,”disamping penanganan pada pelanggan kami juga konsen dengan kesehatan petugas di lapangan. Selama ini mereka setiap mengawali pekerjaan selalu dilakukan chek kesehatan. Dengan adanya wabah corona ini kami telah perintahkan agar petugas saat bekerja selalu menggunakan Alat Pelindung Diri (APD),”tambahnya.

Ixfan menghimbau sekalipun Protap atau aturan telah diberikan baik di stasiun maupun diatas KA, tidak akan bisa memutus langsung penyebaran Covid-19, tanpa adanya kesadaran dan kepedulian pelanggan untuk berperilaku disiplin, mematuhi aturan selama di perjalanan, dan selalu menjaga kesehatan, serta melaksanakan apa yang dianjurkan oleh pemerintah.

“Jika calon penumpang yang akan berangkat terdapat suhu tubuh lebih dari 38 derajat akan dilarang untuk naik KA. Saat ini sudah ada sekitar 3 orang calon penumpang yang dilarang berangkat dengan suhu 38 derajat dan bila penumpang diatas KA saat perjalanan mengalami ganguan kesehatan diharapkan segera melaporkan diri pada kondektur, nantinya akan dilanjutkan informasi tersebut pada petugas stasiun pemberhentian pertama, dan akan dilakukan pemeriksaan oleh petugas kesehatan yang ada distasiun,”pungkas Ixfan.

Baca:  Yonif Para Raider 501 Kostrad dan BPBD Kota Madiun Siaga Antisipasi Bencana Banjir