Dampak Wabah Covid-19 Ancam Pendapatan Pedagang, Budiono Minta Bank di SBB Tak Menagih Angsuran

SERAM BAGIAN BARAT, KANALINDONESIACOM: Wabah Covid-19 sangat pengaruh pada pertumbuhan ekonomi serta mengancam penghasilan UMKM, hal ini sudah benar – benar mulai dirasakan bagi pengusaha khususnya di bidang perdagangan terlebih lagi bagi UMKM. Hal ini terpantau di pasar dan toko – toko yang ada di kabupaten Seram Bagian Barat, banyak keluhan disampaikan para pedagang dalam waktu beberapa minggu terakhir ini omset pendapatan para pedagang benar-benar turun drastis,

Beberapa pedagang yang berjualan seperti di pasar Piru dan pasar Gemba. Ibu Sulastri salah satu pedagang sayur dalam pengakuan kepada Kanalindonesia,Com. Sabtu 29/3/2020. mengatakan beberapa minggu akhir – akhir ini, kondisi pasar sangatlah sepi dari pembeli tentunya berpengaruh pada penghasilan perhari para pedagang yang berjualan, tidak seperti biasanya sebelum adanya wabah Covid-19.

“Syukur bisa kembali modal terkadang modal saja tidak kembali, apalagi macam saya pedagang sayur, jika sayur tidak terjual maka yang pastinya tertinggal dan membusuk begitu saja, karena tidak laku terjual akibat sepi pasar dan tak ada pembeli.

Baca:  Hari Ketiga Pendaftaran Kades Waimital, Hanapi : Baru Satu Balon yang Mendaftar

” Yang pastinya kami pedagang tetap alami kerugian dan tak kembali modal dan dampak dari wabah Covid-19 telah menjadi ancaman bagi penghasilan ekonomi terutama pagi pedagang eceran, apalagi kita punya cicilan angsuran yang harus distor ke Bank dengan saat seperti ini tidak bisa capai untuk bayar storan kredit ke Bank. Kalau pasar normal seperti biasanya penghasilan perhari mulai pagi sampai siang berkisar Rp.500,000 saat kondisi seperti ini Rp 200.000 tidak capai.” Tuturnya.

Hal yang sama pula disampaikan oleh para pedagang makanan, pulsa dan kios kelontong pun demikian alami nasib yang sama seperti pedagang sayur, kalau kios kelontong saat normal kisaran penghasilan perhari Rp 700,000 – 1.000.000 saat ini penghasilan Rp 300.000, bukan hanya kita para pedagang ada keluhan yang sama pula dari sopir dan ojek turut rasakan hal yang sama pula misalnya untuk mobil pangkalan mereka kadang sehari tidak dapat penumpang bahkan takut keluar untuk mencari.

Baca:  Warga Desa Piru SBB, Diyatakan Positif Covid-19

Kita semua pedagang baik pedagang sayur, makanan, pulsa dan kios terpaksa harus mengambil modal untuk membayar angsuran di BANK karena minimnya keuntungan yang di dapatkan dari hasil penjualan akibat masalah wabah Covid-19 ini.” bebernya Dewy kepada KanalIndonesia,Com.

Melihat persoalan ini anggota DPRD asal fraksi PKB Eko Budiono saat dimintai pendapatnya disampaikan rata – rata keluhan yang disampaikan modal mereka berasal dari pinjaman bank, seharusnya dengan keadaan seperti ini pihak bank harus maklumi dan ada kelonggaran untuk cicilan angsuran di tangguhkan sebagimana intruksi Presiden RI Joko Widodo.

Instruksi relaksasi hutang oleh Presiden RI mestinya sudah harus diterapkan serta menjadi perhatikan seluruh Bank yang ada di kabupaten SBB,mengingat kondisi saat ini semua diperhadapkan dengan wabah Covid-19 dan aktivitas berdagang tak normal” Ungkap Budiono.

Baca:  Bupati SBB Diminta Copot Kepsek SD Negeri Air Desa Piru

Kata Budiono, mengingat seluruh BANK di pusat sudah menerapkan kebijakan internal terkait restrukturisasi, sebagai respon dari POJK No.11/POJK.03/2020 tentang stimulus perekonomian nasional sebagai kebijakan couttercyclical sebagai dampak penyebaran wabah Covid-19 dan hal ini berlaku baik untuk non UMKM ataupun UMKM selama satu tahun. Misalnya khusus untuk UMKm ada kebijakan penundaan pembayaran cicilan pokok selama satu tahun ” jelas Budiono.

Untuk itu, Budiono berharap para pihak Bank – Bank yang ada di SBB ini dapat memberikan informasi yang jelas dan secara terbuka terkait dengan program relaksasi utang ini, apalagi ini berlaku secara nasional dan ini juga menjadi persoalan terdampak yang serius pula.

Karena hari ini seluruhnya pasti akan terdampak dengan bencana ini, dan ini sesuatu yang tidak di sengajakan tapi ini masuk dalam kejadian bencana secara Nasional, apalagi hal ini secara tegas sudah di instruksikan langsung oleh presiden.” Cetus Budiono.( Sbr).