Home / Birokrasi / Daerah / Demokrasi / Hukum / Jatim / News / Peristiwa

Senin, 11 Juli 2022 - 13:56 WIB

10 Jaksa Disiapkan Kejati Jatim Tangani Sidang Perkara Dugaan Cabul MSAT

Editor - ADDY

Kepala Kejati Jatim, Mia Amiati saat diwawancarai awak media, (foto: Ady_Kicom)

Kepala Kejati Jatim, Mia Amiati saat diwawancarai awak media, (foto: Ady_Kicom)

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menyiapkan 10 orang jaksa untuk menyidangkan perkara dugaan pencabulan dengan tersangka Moch Subchi Azal Tsani alias MSAT (42), putra dari Kiai Muchtar Mu’thi, pengasuh Pondok Pesantren Shiddiqiyah, Kecamatan Ploso, Jombang. Tiga pasal berlapis pun, disiapkan jaksa untuk mendakwa tersangka.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Mia Amiati mengatakan, setidaknya ada sekitar 10 orang jaksa penuntut umum (JPU) yang disiapkan oleh pihaknya untuk menyidangkan perkara dugaan pencabulan MSAT. Dari ke 10 jaksa itu, salah satunya adalah dirinya dan Asisten Pidana Umum (Aspidum).

“10 orang tim jaksanya, termasuk saya sendiri, aspidum dan jaksa lain yang sejak awal ikut penyelidikan,” ujarnya, Senin (11/7).

Baca Juga  Polisi Umumkan Penetapan Ferdy Sambo sebagai Tersangka

Ia menambahkan, sejak Jumat (8/7) lalu, pihaknya telah menerima pelimpahan barang bukti dan tersangka alias tahap dua perkara dugaan pencabulan MSAT dari Polda Jatim. Pada hari yang sama pula, pihaknya langsung melimpahkan perkara tersebut ke Pengadilan Negeri Surabaya untuk disidangkan.

Namun, kapan perkara itu akan disidangkan, ia mengaku masih menunggu penetapan jadwal sidang dari pengadilan. “Jumat lalu sudah terima tahap dua, hari yang sama menyerahkan pada pengadilan Surabaya. Kami sudah siap laksanakan persidangan, kami masih menunggu penetapan majelis untuk penetapan masa sidangnya, hakim punya kewenangan penahanan 30 hari,” tegasnya.

Baca Juga  Kepala Desa Tidak Usah Takut, Kapolres : Diperas Laporkan !

Terkait dengan perkara ini, pihaknya sudah menyiapkan pasal berlapis untuk mendakwa terdakwa. Mulai dari pasal 285 KUHP dengan ancaman pidana 12 tahun, Pasal 289 KUHP dengan ancaman pidana 9 tahun, dan pasal 294 KUHP dengan acaman pidana selama 7 tahun penjara.

Sebelumnya, MSAT terpaksa menyerahkan diri setelah hampir selama 15 jam pondok tempatnya bermukim selama dikepung oleh polisi. MSAT sendiri harus berurusan dengan polisi lantaran dilaporkan oleh santriwatinya dengan perkara dugaan pencabulan. Ady

Share :

Baca Juga

Jatim

Polsek Sambit Gelar Vaksinasi, Targetkan 600 Dosis 2 

Birokrasi

Lagi, ILSC Santuni Yatim Piatu Yayasan Amanah Bina Insani Gebang Sedati Sidoarjo

Jatim

Berdayakan Petani, Gapoktan di Magetan Bentuk Korporasi Petani

Daerah

Disuguhi Rawon dan Bakso, Menhan Prabowo Lebaran hari ke 2 Bersama Khofifah di Grahadi

Jatim

Gelar Lomba Desain Batik, Ketua TP-PKK Ponorogo : Untuk Lestarikan Budaya dan Majukan Pariwisata

Health

Rencana Bangun Rumah Sakit Type D, Pemkab Bangkalan Teken MoU dengan PT. GSU

Daerah

Video CCTV Putra Siregar Cs Keroyok Pengunjung Kafe Beredar di Medsos

Jabar

Personel Polsek Indramayu Kawal Pemeriksaan Surat Suara Pilkades