Komisi A DPRD Bangkalan Soroti Pengangkatan Pejabat Eselon II Pemkab Bangkalan

KANALINDONESIA.COM, BANGKALAN : Pengangkatan pejabat untuk esselon II dilingkungan Pemkab.Bangkalan pada pelantikan, mutasi dan pengukuhan 967pejabat. Disorot tajam oleh Komisi oleh A DPRD Bangkalan. Pejabat eselon II yang disorot antara lain pengangkatan Muzakki eselon IV A yang semula sebagai pejabat Kepala Puskesmas Kecamatan Labang Kabupaten Bangkalan Jawa Timur. Tiba-tiba dia dilantik sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan atau masuk eselon II.A, Menimbilkan pertanyaan besar anggota Komisi A. Menyusul pengangkatan AK Setiadjit sebagai Sekretaris DPRD (Sekwan) Bangkalan yang sempat menjadi pemberitaan hangat di berbagai media karena diduga tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dan minta persetujuan DPRD Bangkalan. Terakhir pelantikan Syamsul Arifin sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bangkalan yang diduga punya rekam jejak jelek.

“Komisi A  berharap penjelasan dari  Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Apratur (BKPSDA) Kabupaten Bangkalan soal  pengangkatan 3 pejabat yang dilantik sebagai Kepala Dinkes Bangkalan, Sekwan dan Kepala  BPKAD Bangkalan tersebut,” ujar Sekretaris Komisi A DPRD Bangkalan, Mahmudi ketika menggelar dengar pendapat dengan BKPSDA Bangkalan di ruang Komisi A, Rabu, (1/2/2017).

Kepala BKPSDA Bangkalan, Moh Gufron yang didampingi Sekretaris BKPSDA, Arie bergantian memberi penjelasan tentang pengangkatan Muzakki sebagai Kepala Dinkes Bangkalan tidak menyalahi prosedur. Artinya, Muzakki sebelum mengikuti lelang jabatan sudah mengundurkan diri sebagai Kepala Puskesmas Labang (struktural) dan beralih fungsi sebagai tenaga fungsional atau ahli madya perawat Sehingga bebas mengikuti lelang jabatan Kepala Dinkes Bangkalan. Sementara pengangkatan AK Setiadjit sebagai Sekwan Bangkalan sebelumnya sudah melayangkan surat kepada Ketua DPRD Bangkalan juga melalui proses lelang jabatan.Termasuk Syamsul Arifin sebagai Kepala BPKAD Bangkalan sudah melalui tahapan seleksi panitia seleksi (pansel) yang terdiri dari Kepala BKPSDA Bangkalan, Inspektorat, Tokoh Masyarakat dan dari akademisi yang berasal dari perguruan tinggi UTM Bangkalan.

“Pada prinsip pengangkatan ketiga pejabat tersebut sudah melalui tahapan yang telah ditentukan oleh Ketua Komisi ASN dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan Pansel,” pungkas Moh Gufron. (Yans).