Belasan Siswa TK di Ngawi Tertimpa Gedung Kelas Roboh Saat Belajar

reruntuhan gedung TK di ngawi

KANALINDONESIA.COM, NGAWI :  Sebuah ruang kelas taman kanak-kanak TK di Dusun Kesongo, Desa Kedungputri, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, roboh menimpa tiga belas murid dan 2 orang guru, Kamis (02/02/2017) pagi.

Semua korban langsung di evakuasi ke Puskesmas Widodaren, Kecamatan Gerih  karena mengalami luka-luka.

Tujuh murid harus dirujuk ke RSUD dr Soeroto Ngawi akibat mengalami luka berat sedangkan 6 murid lainya diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan medis.

Sedangkan satu orang guru yang bernama Nurdiyanti mengalami luka robek bagian kepala atas, memar dibagian bahu dan dirujuk ke RSUD dr Soeroto Ngawi sedangkan Umi Wiyanti menderita luka robek dikepala bagian kiri dan harus mendapatkan 9 jahitan.

Dikatakan Umi Wiyanti, ambruknya gedung TK tidak begitu jelas mengingat saat kejadian berlangsung cepat apalagi tidak ada tanda-tanda sebelumnya. Dia membenarkan saat terjadinya peristiwa didalam ruang kelas ada 17 murid dan 1 murid tengah absen selain itu ada 4 guru kelas dengan materi pelajaran tentang pembuatan jus buah naga.

“Kalau jelas kejadianya tidak begitu ingat soalnya sangat cepat sekali gegitu ada suara gemertak dari atas langsung roboh menimpa semua anak dan guru didalam kelas itu. Memang saat kejadian ada yang teriak meminta berlindung dibawah bangku setelah itu suasana jadi gelap tidak ingat apa-apa yang saya dengar hanya jeritan tangis anak-anak,” terang Umi Wiyanti guru kelas TK PKK Kedungputri III, Kamis (02/02).

Lain halnya yang diceritakan Sukari guru SDN Kedungputri 5 yang kebetulan gedung TK tersebut berada persis didepan sekolahanya. Bersamaan ambruk gedung TK dirinya berada di emperan sekolah begitu melihat ada kejadian Sukari langsung lari ke jalan umum teriak minta tolong kepada warga sekitar. Dalam hitungan menit puluhan warga langsung melakukan pertolongan kepada belasan murid maupun guru yang posisinya masih dibawah reruntuhan gedung.

“Pas saya di emper sekolah mendadak melihat atap gedung TK itu roboh kontan saja lari kearah depan (jalan-red) minta tolong kepada warga sekitar. Habis itu melihat suasananya kacau banget memilukan pokoknya ada jerit tangis anak-anak minta tolong kepada orang tuanya masing-masing,” kata Sukari.

Dia pun menambahkan gedung TK yang ambruk itu kalau tidak salah dibangun sekitar tahun 2008 lalu. Meski demikian dia tidak tahu sama sekali yang membangun dari pihak mana antara desa maupun lembaga tertentu. Sementara itu Edi Sumadi warga sekitar lokasi kejadian menyebutkan, ambruknya gedung TK akibat dari bangunan atap yang rapuh terutama bagian kuda-kuda.

“Kemungkinan saja ambruknya gedung itu dari bagian kuda-kudanya yang mulai rapuh meskipun terbuat dari cor. Demikian juga tembok dibagian sisi belakang juga mengalami hal serupa untuk lainya saya sendiri juga kurang tahu,” beber Edi Sumadi.

Akibat kejadian ini, petugas Polsek Paron langsung melakukan olah TKP dengan memasang police line untuk mengamankan lokasi kejadian. Terlihat, petugas mengumpulkan sejumlah barang bukti seperti kerangka besi bagian dari kuda-kuda, genteng dan beberapa batang kaso atau usuk dan reng.

“Memang pas kejadian tidak ada hujan atau angin meski demikian penyebab ambruknya gedung TK itu kami masih melakukan penyelidikan secara mendalam dengan melakukan olah TKP terlebih dahulu. Kami tidak bisa berandai-andai untuk masalah penyebabnya yang terpenting adalah melakukan pertolongan kepada korban-korbanya,” tegas Kapolsek Paron AKP I Wayan Murtika. (dik)