Pengobatan Tradisional Bobok Rempah Mampu Mengatasi Penyakit

KANALINDONESIA.COM, SEMARANG: Sejarah Bangsa Indonesia tak bisa lepas dengan metode pengobatan tradisional bobok rempah. Oleh karena itu semua penyakit yang disinyalir tidak bisa diobati, diyakini bisa sembuh dengan metode pengobatan tradisional bobok rempah.

Metode pijet rempah dan rendam kaki di wajan dengan cara kondisi kompor menyala itu ditemukan oleh jon gentong. Di tangan jon gentong, racikan khas yang diramu dengan bahan rempah – rempah nenek moyang dahulu kala mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Selama ini jon gentong menangani berbagai macam penyakit, seperti kanker ( payudara, anus, kista), lumpuh mendadak akibat strok, penyakit kulit ( gatal – gatal alergi ).

“Saya sudah biasa menangani berbagai pengakit, biasanya dengan media pijet rempah, kelapa muda wulung atau dengan media air hangat dan garam. ” kata jon gentong, saat ditemui ditempat prakteknya di jalan Sapta Prasetya Tengah 1 no 10, Kelurahan Pedurungan Kidul, Semarang Jateng, Rabu 02/02/2017.

Jon Gentong mengatakan, dalam menangani berbagai pasien awalan selalu dideteksi dengan ilmu kejawen. Lalu penyakit medis dan non medisnya baru dilakukan pengobatan sesuai kondisi pasien.

Di luar itu, jon gentong juga melayani buka aura dan puter giling supaya merekatkan hubungan dengan pasangan. Jon gentong juga melayani konsultasi dan pengobatan jarak jauh, tidak dipungut biaya ( gratis), tanpa mahar apapun, pasien akan dilayani lewat email pondoksehatnabila@gmail.com.

Jon gentong menambahkan, banyak pasien yang dia tangani seperti pejabat daerah serta artis ibu kota,  tanpa meminta tarif khusus dan pasiennya dari berbagai kota seperti Surabaya, Lampung, Jakarta dan Kota – Kota besar laennya.

Wanda Salah satu pasien dari Bandung mengatakan, pengobatan tradisional bobok rempah yang beliau obati sungguh luar biasa. Metode pijet rempah dan rendam kaki diwajan dengan cara kompor menyala, penyakit yang saya alami kanker payudara lama – lama sembuh dengan cara terapi.

“Beliau dalam mengobati pasiennya selalu mengesampingkan kenyamanan dan persaudaraan, makanya bagi dia uang nomor sekian yang penting sama – sama iklas dan yakin kalau Tuhan akan membantu memberi jalan. ” terangnya. (Andi Saputra)