Pemuda Ngawi Tewas Gantung Diri Didepan Ibunya

petugas medis dan tim identifikasi saat melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban

KANALINDONESIA.COM, NGAWI :Warga Desa Jambangan dikejutkan dengan ditemukanya IF (25) alias Ucil warga Dusun Paron, Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Ngawi, dalam kondisi gantung diri di pohon mangga depan rumahnya Jum’at(03/02/2017) sekira pukul 23.45 WIB.

Mirisnya, peristiwa nekat ini terjadi didepan ibu kandungnya Bunanti (55) sebelum korban nekat melompat dari ranting pohon mangga.

Informasi dari Polsek Paron menyebutkan, beberapa menit sebelum kejadian atau sekitar pukul 23.30 WIB, Ucil meminta uang kepada ibunya Rp 200 ribu yang katanya akan dipakai untuk ongkos pergi jauh. Karena tidak lekas dituruti permintaanya membuat korban kalap lantas keluar rumah.

“Karena tidak lekas kembali masuk rumah membuat ibunya ini (Bunanti-red) curiga lalu keluar untuk mencarinya. Begitu sampai dihalaman langsung melihat anaknya itu sudah diatas pohon mangga dan korban teriak pamit kepada ibunya ‘mak aku tak ngene wae’ (mak aku tak begini saja-red) setelah itu korban loncat dengan posisi lehernya sudah diikatkan kain mori,” terang Kapolsek Paron AKP I Wayan Murtika, Sabtu (04/02/2017).

Melihat kejadian itu beber Kapolsek Paron, membuat Bunanti teriak minta tolong dengan mendatangi beberapa warga sekitar rumahnya. Begitu bantuan datang, warga tidak bisa berbuat banyak melihat kondisi Ucil sudah tidak bernyawa. Akhirnya aksi nekat korban langsung dilaporkan ke petugas Polsek Paron.

“Dari hasil olah TKP dan mendasar hasil visum medis usai kejadian pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Penyebab meninggalnya korban murni gantung diri maka saat itu juga jenasahnya langsung kami serahkan ke pihak keluarganya,” jelas AKP I Wayan Murtika.

Sementara itu kata Masrukin tetangga korban, jelang tengah malam ibu korban teriak minta tolong kepada dirinya. Namun setelah berusaha melakukan penyelamatan terhadap korban dengan dibantu beberapa warga lainya kondisi badan Ucil sudah kaku. Melihat hal seperti ini jelas Masrukin memilih untuk menghubungi petugas kepolisian.

“Sewaktu saya datang dengan tiga tetangga sekitar sini kondisi korban sudah kaku. Untuk penyebab nekatnya korban saya sendiri kurang tahu yang jelas ada masalah pribadi. Memang sebelumnya dia (korban-red) minta uang kepada ibunya yang akan dipakai untuk bepergian jauh,” ungkap Masrukin.

Tambahnya, sebelum kejadian Tri Haryoso (65) bapak korban sudah berusaha menuruti permintaan anaknya itu dengan mencarikan uang ke kakak kandung korban yang ada di Ngawi dengan menaiki sepeda pancal meskipun waktu tengah malam. Sayangnya, sebelum Tri Haryoso balik lagi ke rumah sudah mendengar kabar jika Ucil sudah gantung diri. (dik)