Tidak Ada IMB dan Sosialisasi, Warga Segel dan Hentikan Pembangunan BTS

warga Bandung saat pasang tanda larangan dan penolakan pembangunan BTS.

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Warga Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang yang menolak rencana pembangunan Bangunan Tower Seluler (BTS). Warga yabg sudah geram menyegel serta memasang tanda larangan pada area yang dijadikan lokasi pembangunan BTS tersebut.

Bahkan warga beserta Lembaga Swadaya Masyrakat (LSM) Forum Rembug Masyrakat Jombang (FRMJ) berjalan bersama-sama mendatangi lokasi pembangunan serta memasang sejumlah poster yang berisikan larangan pembangunan BTS di Desa Bandung.Hal ini dikarenakan warga merasa keberatan dengan adanya rencana pembangunan BTS serta menolak dengan keras rencana itu.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa warga Desa menolak rencana dibangunnya BTS di wilayahnya, karena tidak mengantongi izin serta tidak ada sosialisasi dari pihak pelaksana pembanguan BTS, maupun dari pemerintah Desa setempat.

M. Mukhlison (42) yang rumahnya berhadapan langsung dengan pembangunan BTS mengaku tidak pernah ada sosialisasi dan pihaknya juga merasa was-was akan keberadaan Tower tersebut nantinya, sehingga pihaknya beserta masyarakat menghentikan pembangunan BTS dan menyegelnya.

” tidak ada sosialisasi dari pihak pelaksana pembangunan BTS maupun pemerintah Desa akan rencana pembangunan itu. Belum lagi kalau ada ambruknya Tower itu siapa yang akan tanggung jawab?, untuk itu kita bersama masuryarakat dan LSM menghentikan pembangunannya, dan menyegel dengan menempelkan poster larangangan pembangunan BTS itu,” ujarnya pada KANAL INDONESIA.COM.(05/02/2017).

Sementara itu Joko Fattah Rochim selaku ketua LSM FRMJ, mengatakan bahwa ini ada akal-akalan dari pihak pelaksana pembangunan BTS tersebut, buktinya warga tidak tahu akan ada rencana pembanungan BTS tersebut, sehingga warga nantinya yang akan jadi korban.

” bisa ditanyakan sendiri mas pada warga setempat, ada apa tidak sosiliasai dari pihak celuler, termasuk izin-izinnya kan semua akal-akalan. Dan yang paling penting kalau warga tidak ada yang tahu, lantas kalau sampai ada ambruknya Tower tersebut, siapa yang akan jadi korban, kan warga sendiri,” ungkapnya.(05/02/2017).

Masih menurut Fattah,” dulu kita sudah mengirimkan surat, kepada Satpol PP, Kepala Badan Perizinan, Kepala Dinas PU. Cipta Karya dengan perihal penolakan pembangunan BTS di Dusun Sugih Waras, Desa Bandung, dan dalam surat tersebut sudah jelas bahwa pihak seluler tidak melakukan sosialisasi dan warga merasa dibohongi oleh RT, dan Kepala Desa setempat saat dimintai foto copy KTP tanpa ada alasan yang jelas. Dalam surat tersebut juga dibubuhi tanda tangan dari warga yang menolak rencana pembangunan Tower tersebut,” tegasnya. Saat hendak dikonfirmasi Kepala Desa setempat sedang tidak berada di kantornya. Dan saat didatangi ke rumahnya pintu rumahnya nampak tertutup rapat-rapat.(elo)