Kapolres Tampik Tudingan Buruknya Kinerja Sat. Unit Tipikor Polres Jombang

Caption foto : Kapolres Jombang AKBP Agung Marliyanto. KANAL INDONESIA.COM JOMBANG : Penilaian buruknya kinerja Unit Satuan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dalam menangani sejumlah perkara korupsi oleh sejumlah aktifis anti korupsi di Jombang, di bantah oleh Kapolres Jombang yakni AKBP Agung Marliyanto. Saat dikonfirmasi oleh KANAL INDONESIA.COM via WahtsApp (WA), terkait adanya rapor merah untuk unit Tipikor, yang kinerjanya lemot dikarenakan banyaknya kasus yang macet dan hanya sebatas pemanggilan namun tidak ada kejelasan yang pasti hingga sekarang, Kapolres Jombang menuturkan bahwa itu semua tidak benar. ” Tidak benar statement itu Mas,” kelitnya.(06/02/2017). Saat disinggung soal kinerja unit Tipikor dalam menangani kasus korupsi yang ditangani selama 2016, pihaknya mengatakan,” Penanganan Unit Tipikor Polres Jombang, Kasus tahun 2016
Menangani Perkara kasus Bantuan Revitalisasi Lapangan sepak tingkat kecamatan di Desa Tanjungwadung Kec. Kabuh dengan Kerugian Negara 250 Juta dengan, pihak Kepolisian menetapkan 2 tersangka yakni, Heru Winarko selaku Ketua kelompok, pekerjaan perangkat Desa, alamat Desa Tanjung wadung Kecamatab Kabuh, dan Turahwarno mantan Kades, yang saat itu tersangka sempat melarikan diri ke Bontang Kalimantan namun berhasil ditangkap dan dilakukan penjeputan. Dan pada tanggal 30 Juni 2016 kedua tersangka telah dilimpahkan ke Kejaksaaan Jombang,” pungkasnya. Dikonfirmasi seacara terpisah Faizuddin Fil Muntaqobat selaku aktifis penggiat anti korupsi Jombang, mengatakan bahwa memang Kapolres tidak pernah turun kelapangan, jadi tidak tahu informasi di bawah, serta sepak terjang oknum anggotanya di lapangan. “ini pak Kapolresnya tidak pernah turun ke bawah, dan mengecek langsung sepak terjang oknum anggotanya. Bisa didatangi itu beberapa SKPD yang pernah diperiksa oleh oknum yang bersangkutan, termasuk kepala Desa yang pernah dipanggil namun tidak jelas statusnya sekarang,” tegasnya pada KANAL INDONESIA.COM.(06/02/2017). Masih menurut Faiz,” kalau bisa Kapolres panggil orang-orang yang pernah dimintai keterangan oleh oknum tersebut, biar tahu apa keresahan serta kerugian yang diderita oleh pihak-pihak yang pernah diperiksa,” pungkasnya. Dari pengakuan salah satu narasumber yang namanya enggan dipublikasikan mengatakan bahwa memang ada oknum yang gentayangan dan sering mendatangi SKPD untuk mencari data, selanjutnya dipanggil ke Polres untuk dimintai keterangan. ” memang dulu saya pernah didatangi oleh yang bersangkutan, setelah itu saya dipanggil secara resmi, tapi panggilannya hanya dimintai keterangan, dan setelahnya mas tahu sendiri lah,” akunya yang dulu mantan Pejabat SKPD yang sekarang menjabat sebagai Camat saat ditemui KANAL INDONESIA.COM.(06/02/2017). Lanjutnya,” sudah banyak mas yang mengeluh akan sepak terjang orang ini, andaikan boleh usul pada Kapolres, saya ingin ada reformasi biar masyarakat maupun SKPD-SKPD tidak resah atas ulah oknum ini,” keluhnya. Seperti diberitakan sebelumnya bahwa LSM memberikan penilaian merah pada kinerja unit Tipikor Polres Jombang atas macetnya sejumlah kasus korupsi di Jombang, dan kalangan aktifis berharap ada refotmasi pada internal Kepolisian Jombang.(elo)